Pengungsi Korban Longsor Situkung Kini Punya Kartu Bantuan, Layanan Khusus PMI Dalam Distribusi

Syarif TM
Petugas saat menempelkan kartu distribusi bantuan korban longsor Situkung, Pandanarum, Banjarnegara. (dok.PMI Banjarnegara)

UNTUK Meningkatkan ketertiban dan ketepatan penyaluran bantuan bagi penyintas bencana longsor Situkung, Kecamatan Pandanarum, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara mulai menerapkan kartu penerima bantuan, serta membuka layanan hotline khusus. Sistem ini mulai berjalan sejak sepekan terakhir dan dinilai efektif dalam proses pendataan, distribusi logistik, hingga pemantauan kebutuhan para pengungsi.

Wakorlap Pos PMI Banjarnegara, Adhe Benny Araneta, mengatakan, kartu tersebut digunakan sebagai alat validasi penerima bantuan sekaligus memastikan layanan yang diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Ini bukan untuk mempersulit, tapi agar pelayanan lebih tertib, terukur, dan sesuai prosedur. Dengan kartu ini, setiap distribusi dapat tercatat dan kualitas pelayanan tetap terjaga,” katanya.

Menurutnya, data dalam kartu diisi berdasarkan hasil assessment langsung di lapangan. Seluruh pendistribusian bantuan bagi korban longsor Situkung dilakukan dengan sistem personalisasi yang langsung menyasar nama kepala keluarga penerima manfaat.

“Langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat. Setiap barang dan layanan tercatat berdasarkan permintaan serta ditempel di titik pengungsian,” katanya.

Baca juga  Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Bukti Nyata Keberpihakan Presiden kepada Petani

Bantuan Korban Longsor Situkung Lebih Tepat Sasaran

Adhe juga menambahkan, sistem tersebut terbukti efektif mengontrol keluar masuk logistik di gudang PMI. Sehingga distribusi bantuan logistik korban longsor Situkung, Pandanarum, ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

“Semua tercatat dengan jelas: mulai dari jenis barang, jumlah, waktu distribusi, lokasi pengungsian, hingga petugas yang bertugas,” katanya.

Sementara itu, petugas assessment PMI Banjarnegara, Intan Nurhalimah, mengungkapkan bahwa proses pendataan masih berlangsung dan mengalami tantangan, terutama karena adanya perpindahan lokasi pengungsi dari satu titik ke titik lainnya.

“Setiap hari terjadi pergerakan pengungsi sehingga muncul titik baru. Kami terus melakukan validasi agar data tetap akurat,” ujarnya.

Menurutnya, kesulitan muncul karena tidak semua warga melapor ketika berpindah tempat.

“Kami berharap semua perpindahan bisa dilaporkan ke posko agar dapat terdeteksi dan disesuaikan dengan distribusi bantuan,” katanya.

Untuk mempercepat alur komunikasi, Pos Lapangan PMI di Pandanarum kini membuka layanan hotline bantuan yang dapat diakses melalui WhatsApp di nomor:
📞 0857-0201-9210

Baca juga  Hujan, Talud di Desa Cendana Longsor dan Ancam Rumah Warga

Nomor layanan tersebut telah ditempelkan di titik pengungsian korban longsor dan lokasi strategis agar mudah diakses penyintas yang membutuhkan bantuan atau informasi.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!