MENJELANG bulan suci Ramadan 2026/1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan pokok dan ketersediaan pangan tetap dalam kondisi terkendali, meskipun sejumlah wilayah menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi agenda prioritas pemerintah daerah dan terus dipantau secara ketat.
“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah-langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujar Sumarno, Selasa (20/1/2026).
Ramadan 2026 Jadi Periode Kritis, Pemantauan Harga Dilakukan Harian
Sumarno menjelaskan, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan secara musiman, melainkan menjadi program berkelanjutan sepanjang tahun. Namun, Ramadan 2026 memiliki karakter khusus karena meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.
“Selama Ramadan, aktivitas ekonomi berlangsung penuh selama sebulan. Karena itu koordinasi lintas daerah dan lintas sektor sudah kami lakukan sejak awal,” katanya.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi lonjakan harga lebih dini.
“Kenaikan harga mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali. Kalau ada gejolak, langsung kami tindaklanjuti,” katanya.
Stok Aman, Bulog Dilibatkan Jaga Pasokan Pangan
Hingga saat ini, kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah dinilai masih relatif stabil. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan stok pangan mencukupi dengan melibatkan Perum Bulog.
“Ketersediaan kami jaga bersama Bulog. Antisipasi kebutuhan masyarakat selama Ramadan sudah kami siapkan,” kata Sumarno.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan 2026 dengan tenang, tanpa dibebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Cuaca Ekstrem Dipantau, Dampak ke Stok Pangan Dinilai Terbatas
Terkait cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, Pemprov Jateng menyatakan dampaknya terhadap stok pangan masih dalam batas aman.
“Kami sudah melakukan pendataan lahan yang terdampak puso dan menyiapkan skema perlindungan, termasuk asuransi bagi petani,” katanya.
Menurut Sumarno, dampak bencana terhadap ketersediaan pangan belum signifikan karena hanya terjadi di beberapa titik wilayah.
Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan 2026 ini. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan agar kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemprov Jateng optimistis inflasi tetap terkendali dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga selama Ramadan 2026.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



