Panen Perdana Melon Golden Aroma Bersama Warga Pesisir Cilacap

Faiz Ardani
Panen perdana Melon Golden Aroma di Green House Sehat, Rapi, dan Bersih (Serasi), Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan. (Kilang Cilacap).

Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap mengawali dukungan nyata terhadap ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat pesisir melalui panen perdana Melon Golden Aroma. Panen dilakukan di Green House Sehat, Rapi, dan Bersih (Serasi) yang berlokasi di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan.

Panen perdana tersebut menjadi bagian dari Program Masyarakat Pesisir Tangguh dan Mandiri (Maritim) yang digagas Kilang Cilacap. Program ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pertanian modern berbasis komunitas.

Melon Golden Aroma dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi serta potensi ekonomi yang menjanjikan. Melalui pemanfaatan greenhouse, warga binaan Kilang Cilacap didorong untuk menerapkan sistem budidaya yang lebih terkontrol, higienis, dan berkelanjutan, sehingga hasil panen memiliki kualitas dan daya saing pasar.

Officer CSR & SMEPP Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani, menyampaikan bahwa dukungan perusahaan terhadap program ini merupakan bentuk nyata komitmen Kilang Cilacap dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Melalui pemenuhan pangan bergizi seperti buah melon, program ini diharapkan dapat menjadi daya dukung dalam upaya pencegahan stunting, khususnya di wilayah pesisir,” ujar Lifania.

Baca juga  Tanam Harapan Lewat Biopot: Aksi Hijau Kilang Cilacap untuk Lingkungan dan Masyarakat

Lifania menjelaskan, Kilang Cilacap memberikan dukungan berupa bantuan modal pengadaan green house seluas 6 x 10meter yang mampu menampung lebih dari 100 pohon melon. Selain itu, perusahaan juga menjalankan program peningkatan kapasitas kelompok pengelola agar kegiatan budidaya dapat berjalan berkelanjutan.

“Yang menarik, green house Serasi ini telah dilengkapi sistem penyiraman otomatis berbasis timer sehingga lebih efisien, hemat air, dan mendukung hasil panen yang optimal,” tambahnya.

Sementara itu Pengelola Green House Serasi, Suraji mengungkapkan bahwa pemilihan komoditas melon didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan teknis budidaya.

“Melon relatif mudah ditanam, cepat berbuah sekitar 60 hari, dan memiliki nilai jual yang baik di pasaran. Untuk tahap awal, kami juga membuka program open farm berupa wisata petik buah melon yang terbuka untuk masyarakat,” jelas Suraji.

Melalui program ini, Kilang Cilacap berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat Kelurahan Tegalkamulyan secara berkelanjutan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Hari Ke-3 Pencarian, Penambang Pasir Hilang di Sungai Serayu Cilacap Masih Nihil