Desa Bunton di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap menghadirkan alternatif wisata edukatif melalui program eduwisata Budidaya Jamur Tiram.
Destinasi berbasis desa ini menawarkan pengalaman belajar langsung mengenai proses budidaya jamur tiram, sekaligus menjadi sarana rekreasi yang bernilai edukasi. Konsep tersebut kian menarik minat pengunjung, terutama pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin mengenal pertanian modern skala kecil dengan pendekatan praktik.
Eduwisata ini dikembangkan oleh kelompok Sadar Wisata (Darwis) Desa Bunton yang melihat potensi jamur tiram sebagai komoditas unggulan.
Selain mudah dibudidayakan, jamur tiram memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang luas. Melalui pengemasan sebagai wisata edukasi, budidaya jamur ini tidak hanya berfungsi sebagai usaha produktif, tetapi juga media pembelajaran terbuka.
Eduwisata Budidaya Jamur Tiram Berbasis Pemberdayaan Warga
Konsep eduwisata di Desa Bunton menitikberatkan pada keterlibatan aktif masyarakat. Warga yang sebelumnya menjalankan usaha budidaya jamur ini secara mandiri kini berperan sebagai pemandu sekaligus narasumber bagi pengunjung.
Mereka berbagi pengalaman mengenai proses produksi, tantangan budidaya, hingga strategi pemasaran hasil panen.
Pengunjung diajak berkeliling area kumbung jamur untuk melihat langsung media tanam atau baglog yang digunakan. Pada sesi ini, pemandu menjelaskan bahan baku baglog, proses sterilisasi, serta tahapan inkubasi hingga jamur siap dipanen.
Edukasi disampaikan secara sederhana dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Proses Budidaya Jamur Tiram yang Ramah Pemula
Salah satu daya tarik utama eduwisata ini adalah kesempatan bagi pengunjung untuk memahami bahwa budidaya jamur tiram dapat dilakukan oleh siapa saja.
Dalam kegiatan kunjungan, peserta diperkenalkan pada faktor penting dalam pertumbuhan jamur, seperti pengaturan suhu, kelembapan udara, dan kebersihan lingkungan.
Selain teori, pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses perawatan harian, termasuk penyiraman dan pemantauan kondisi kumbung. Pada musim panen, pengunjung berkesempatan memetik jamur tiram segar langsung dari baglog, sebuah pengalaman yang jarang ditemui dalam wisata konvensional.
Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mencoba usaha budidaya jamur ini sebagai peluang ekonomi rumahan.
Dampak Positif bagi Ekonomi Desa Bunton
Kehadiran eduwisata Budidaya Jamur Tiram membawa dampak nyata bagi perekonomian lokal. Sejumlah warga memperoleh tambahan pendapatan dari aktivitas wisata, penjualan produk jamur, hingga jasa edukasi.
Tak hanya itu, keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan eduwisata turut mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di tingkat desa.
Pemerintah desa mendukung pengembangan eduwisata ini sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi dan penguatan potensi lokal. Desa Bunton pun mulai dikenal sebagai salah satu desa di Cilacap yang berhasil mengembangkan wisata edukatif berbasis pertanian.
Belajar budidaya jamur ini sambil berwisata di Desa Bunton, Cilacap, menjadi contoh bagaimana sektor pertanian dapat dikemas secara kreatif dan berkelanjutan. Eduwisata ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Ke depan, eduwisata Budidaya Jamur Tiram di Bunton diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Cilacap.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



