Menjawab keluhan para pengguna jalan, sejumlah petugas Perhutani BKPH Karangkobar bersama relawan gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, RAPI, KOKAM, serta warga, melakukan aksi pembersihan batang dan ranting pohon di kawasan Hutan Pinus Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (6/2/2026).
Kepala BKPH Karangkobar, Wasis mengatakan, kegiatan tersebut menyasar batang pohon pinus dan ranting-ranting yang menjorok ke badan jalan serta dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Aksi bersih-bersih dilakukan di sejumlah titik jalur hutan yang selama ini dikeluhkan warga karena rawan kecelakaan.
Waris menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat Perhutani atas laporan masyarakat dan upaya preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan hutan produksi yang dilintasi jalan umum.
“Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pohon dan ranting yang masih menjorok ke badan jalan akibat bencana angin kencang belum lama ini,” ujarnya.
Imbauan Perhutani
Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan menggunakan alat manual dan mesin pemotong dan dilaksanakan bersama dengan relawan gabungan yang terdiri dari Koramil dan Polsek Kalibening, RAPI, KOKAM, relawan Mitigasi Kalibening dan LMDH Majatengah.
“Dengan adanya pembersihan ini, kondisi jalan di kawasan Hutan Pinus Kalibening kini dinilai lebih aman dan terbuka. Perhutani juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila ditemukan pohon rawan tumbang demi keselamatan bersama,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengguna jalan yang melintasi ruas Kalibening–Banjarnegara via Pasar Gripit mengeluhkan keberadaan potongan kayu pinus yang masih berada di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama pada ruas jalan yang melintasi kawasan hutan pinus Kalibening.
Pantauan di lapangan pada Kamis (5/2/2026), potongan puluhan batang kayu pinus yang roboh akibat bencana angin kencang beberapa hari lalu terlihat masih berada di sisi dan sebagian badan jalan. Keberadaan kayu-kayu tersebut mempersempit ruang gerak kendaraan dan menyulitkan pengendara saat berpapasan, khususnya bagi sepeda motor maupun kendaraan roda empat.
Sejumlah pengguna jalan menyebut kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terlebih saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas akibat kabut dan hujan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kalau berpapasan itu cukup berisiko, apalagi di malam hari. Jalan jadi menyempit karena kayu pinus masih berada di badan jalan,” kata Rudi, pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut, Kamis (5/2/2026).
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



