SEMANGAT menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa kuat di Lapangan Dipanegara, Seakong, Kecamatan Wanadadi, Minggu (8/2). Puluhan Pemanah berkuda tampak memacu kuda sambil membidik sasaran dalam sebuah latihan bersama yang memadukan kekuatan fisik dan ketajaman fokus.
Latihan bertajuk Ribath Series Mounted Archery Game Readiness for Ramadan ini diselenggarakan oleh Pordasi Banjarnegara bekerja sama dengan Mafaza Stable. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan fisik dan mental para pemanah berkuda menjelang menjalani ibadah puasa.
Pemanah Berkuda Masuk Olahraga Sulit yang Melatih Karakter
Penasehat Pordasi Banjarnegara, Aditya Agus Satria, menjelaskan bahwa berkuda dan memanah dapat dikombinasikan menjadi satu disiplin olahraga khusus, yakni horseback archery atau panahan berkuda.
“Olahraga pemanah berkuda ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Atlet tidak hanya harus piawai mengendalikan kuda, tetapi juga dituntut menjaga fokus dan ketepatan saat membidik sasaran,” ujarnya.
Menurut Aditya, panahan berkuda bukan sekadar olahraga fisik, melainkan sarana pembentukan karakter. Nilai keberanian, keseimbangan, ketenangan, kesabaran, hingga konsentrasi menjadi aspek utama yang selaras dengan esensi ibadah Ramadan.
Olahraga Sunah, Bernilai Ibadah
Menurutnya, olahraga merupakan satu kegiatan yang disarankan untuk menjaga kebugaran tubuh, sementara olahraga berkuda dan memanah merupakan olahraga yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
“Ini adalah olahraga sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menyehatkan, aktivitas ini juga bernilai ibadah bagi pelakunya,” katanya.
Ia menilai, latihan memanah sambil berkuda dapat menjadi aktivitas positif untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit selama Ramadan.
Pererat Silaturahmi Antar Komunitas
Sementara itu, Khaerul, pengurus Pordasi Banjarnegara, menyampaikan bahwa latihan bersama para pemanah berkuda ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antar komunitas pecinta berkuda dan panahan di Banjarnegara.
“Kami ingin membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat positif, sekaligus memperkenalkan panahan berkuda kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Tantangan Kecepatan dan Akurasi
Dalam latihan tersebut, peserta menggunakan arena panahan berkuda dengan jalur melingkar. Empat target ditempatkan di bagian tengah lintasan, menantang atlet untuk menjaga kecepatan, keseimbangan, serta akurasi secara bersamaan.
Melalui kegiatan ini, panahan berkuda tidak hanya diarahkan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual dalam menyambut bulan penuh berkah.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



