Menilik Klenteng Lam Tjeng Kiong, Jejak Sejarah Tionghoa Sejak 1899 di Cilacap

Kurnia
Klenteng Lam Tjeng Kiong di Cilacap, yang masih berdiri kokoh sejak 1899. (Foto: Tangkapan layar Google Maps)

Berdiri kokoh di kawasan Manggisan, Kelurahan Tambakreja, Cilacap Selatan, Klenteng Lam Tjeng Kiong bukan sekadar tempat ibadah biasa. Bangunan yang telah ada sejak tahun 1899 ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang komunitas Tionghoa di pesisir selatan Jawa Tengah.

Meski usianya telah melewati satu abad, klenteng ini tetap mempertahankan struktur aslinya. Keaslian arsitektur ini menjadikannya ikon sejarah dan budaya yang tetap terawat di tengah modernisasi Kabupaten Cilacap.

Simbol Kejayaan Perdagangan di Pesisir Selatan

Sejarah berdirinya Klenteng Lam Tjeng Kiong tak lepas dari peran strategis Cilacap sebagai pelabuhan perdagangan pada akhir abad ke-19. Saat itu, banyak perantau Tionghoa yang berprofesi sebagai pedagang menetap di wilayah ini.

Kehadiran komunitas tersebut memicu kebutuhan akan pusat kegiatan sosial dan spiritual. Akhirnya, pada tahun 1899, Klenteng Lam Tjeng Kiong didirikan sebagai rumah ibadah bagi umat Tri Dharma sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas Tionghoa, terutama saat perayaan besar seperti Imlek dan Cap Go Meh.

Baca juga  Golkar Cilacap Memanas! Draft Kepengurusan 2025–2030 Picu Pro-Kontra Kader

Arsitektur yang Tak Lekang oleh Waktu

Daya tarik utama rumah ibadah ini terletak pada komitmen pengurusnya untuk tidak mengubah struktur utama bangunan. Dominasi warna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan masih menghiasi setiap sudut eksteriornya.

Bagian atap yang sarat ukiran filosofis serta pilar-pilar kayu penyangga di bagian dalam masih berdiri sesuai bentuk aslinya saat pertama kali dibangun. Di dalam klenteng, pengunjung dapat melihat altar utama yang tertata rapi dengan ornamen lampion dan simbol keagamaan yang terjaga baik.

“Perawatan dilakukan secara berkala tanpa mengubah struktur inti bangunan,” tulis laporan tersebut, menggambarkan upaya pelestarian warisan leluhur yang konsisten dilakukan hingga saat ini.

Klenteng Lam Tjeng Kiong, Harmoni dan Warisan Budaya

Selain nilai spiritual, Klenteng Lam Tjeng Kiong merupakan simbol akulturasi dan toleransi di Cilacap. Selama bertahun-tahun, kegiatan keagamaan di tempat ini berjalan harmonis berdampingan dengan kehidupan masyarakat sekitar yang majemuk.

Keberadaannya kini menjadi jembatan sejarah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kontribusi masyarakat Tionghoa dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Cilacap. Di tengah pesatnya pembangunan kota, klenteng tertua di Cilacap ini tetap berdiri tegak sebagai pengingat akan pentingnya menjaga fondasi budaya dan sejarah bangsa.

Baca juga  RKPD Cilacap 2027 Disusun di Tengah Tekanan Anggaran, Pemangkasan TKD Jadi Tantangan

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.