2 Warga Purbalingga Meninggal di Hari yang Sama, Satu Tersengat Listrik dan Satu Ditemukan Tak Bernyawa di Sawah

Heri C
Petugas Polsek Bojongsari Purbalingga saat cek jenazah pekerja yang tersengat listrik saat perbaiki atap rumah, Jumat (6/3/2026). (Foto: Polres Purbalingga)

Dua peristiwa meninggalnya warga terjadi di Kabupaten Purbalingga pada Jumat (6/3/2026). Seorang warga tewas setelah tersengat listrik dan jatuh dari atap rumah di Kecamatan Bojongsari, sementara seorang buruh tani ditemukan meninggal dunia di area persawahan Kecamatan Kemangkon.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Pagedangan, Kecamatan Bojongsari, pada Jumat pagi. Korban diketahui bernama Rismanto (65), warga setempat, yang saat itu sedang memperbaiki atap rumah milik tetangganya.

Kapolsek Bojongsari Kompol Muslimun menjelaskan, korban bekerja bersama seorang rekannya untuk memperbaiki atap seng rumah yang rusak. Saat kejadian, korban berada di atas atap, sementara rekannya berada di bawah.

“Berdasarkan keterangan saksi, tidak lama kemudian korban tiba-tiba jatuh dan tergeletak di lantai dengan kondisi luka di bagian kepala,” kata Kompol Muslimun.

Diduga korban tersengat aliran listrik dari kabel PLN yang melintas di atas atap rumah. Sengatan tersebut membuat korban terpental dan jatuh ke bawah.

Petugas dari Polsek Bojongsari bersama tim Inafis Polres Purbalingga yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan jenazah dilakukan bersama dr. Eka Wahyuniati dari Puskesmas Bojongsari.

Baca juga  Wayang Dablongan Digelar di Purbalingga, Ada Sigit Blewuk dan Tarmin Ngaklak, Catat Tanggalnya

“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami trauma berat di kepala akibat benturan saat jatuh. Selain itu ditemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat sengatan listrik,” jelasnya.

Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat pernyataan resmi.

Sementara itu pada hari yang sama, seorang buruh tani bernama Ahmad Soherudin (74), warga Desa Panican, Kecamatan Kemangkon, ditemukan meninggal dunia di area persawahan desa setempat sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolsek Kemangkon AKP Heri Iskandar mengatakan, sebelumnya korban berpamitan kepada keluarga sejak pagi untuk mencari rumput di sekitar sawah. Namun hingga sore hari korban belum kembali ke rumah.

“Warga kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban sudah dalam kondisi terlentang di sawah dan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Kemangkon.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka dan peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kemangkon. Polisi bersama tim Inafis Polres Purbalingga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi.

Pemeriksaan luar jenazah bersama dr. Rengganis Sekarlangit dari Puskesmas Kemangkon tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca juga  Kasat Lantas dan 13 Personel Polres Purbalingga Raih Penghargaan 

“Kondisi jenazah menunjukkan tanda kematian alami, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan,” kata Kapolsek.

Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi sehingga jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat bekerja di dekat jaringan listrik maupun saat beraktivitas di area yang berisiko, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!