Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama dalam aksi memukau yang ditunjukkan atlet berkuda asal Banjarnegara. Di atas punggung kuda yang dipacu kencang, para atlet muda mampu melepaskan anak panah dengan akurasi tinggi hingga mengundang decak kagum penonton.
Aksi tersebut tampak dalam latihan olahraga berkuda memanah atau horseback archery di kawasan wisata Seakong, Waduk Mrica, Banjarnegara, Rabu (18/3/2026). Salah satu atlet, Muhammad Dzaki, terlihat tenang mengendalikan kuda tunggangannya sambil tetap fokus membidik sasaran di lintasan.
Untuk mencapai kemampuan tersebut, Dzaki mengaku harus menjalani latihan intensif selama dua tahun. Ia menyebut tantangan terbesar dalam olahraga ini adalah menyatukan tiga konsentrasi sekaligus, yakni mengendalikan laju kuda, teknik memanah, serta ketepatan membidik target.
“Perlu waktu sekitar dua tahun untuk bisa memanah sambil berkuda. Kesulitannya ada pada fokus terhadap tiga hal sekaligus, yaitu mengendalikan kuda, memanah, dan membidik target,” ujar Dzaki.
Latihan ini semakin menarik karena dilakukan saat ngabuburit di kawasan Waduk Mrica. Pemandangan alam yang indah serta hembusan angin sepoi-sepoi menjadikan aktivitas menunggu waktu berbuka puasa terasa lebih menyenangkan.
Sementara itu, Penasehat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Banjarnegara, Aditya Agus Satria, menegaskan bahwa olahraga berkuda memanah bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, berkuda saja sudah membutuhkan konsentrasi tinggi karena harus mengendalikan hewan dengan bobot besar.
“Berkuda itu sendiri sudah membutuhkan konsentrasi tinggi karena mengendalikan hewan yang beratnya bisa hampir setengah ton. Apalagi ditambah dengan memanah dan fokus pada sasaran, tentu ini menjadi olahraga yang sangat menantang,” kata Aditya.
Ia berharap olahraga berkuda memanah di Banjarnegara dapat terus berkembang dan menarik minat generasi muda untuk menekuni cabang olahraga yang memadukan kekuatan fisik, konsentrasi, dan ketepatan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




