Menjelajahi sisi selatan Jawa Tengah tak lengkap rasanya tanpa mencicipi harta karun kulinernya. Di tengah menjamurnya pilihan makanan kekinian, Soto Tentrem Hj. Maryam tetap berdiri kokoh sebagai ikon comfort food yang telah memanjakan lidah masyarakat Kabupaten Cilacap sejak tahun 1974.
Warung soto yang kini telah berusia lebih dari lima dekade tersebut bukan sekadar tempat mengisi perut. Bagi warga lokal maupun pelancong, menyantap soto di sini adalah sebuah ritual menikmati konsistensi rasa yang terjaga lintas zaman.
Kaldu ayam kampungnya yang otentik menjadi magnet utama yang membuat pelanggan terus kembali meski telah berganti generasi.
Jejak Historis Soto Tentrem Hj. Maryam: Dari Jalak Salak hingga ke Jantung Kota
Narasi panjang Soto Tentrem Hj. Maryam bermula dari sebuah lapak sederhana di Jalan Salak. Selama empat dekade, Hj. Maryam merintis nama besarnya di area yang berdampingan dengan Gereja Paroki Santo Stephanus Cilacap.
Memori kolektif akan aroma soto di kawasan tersebut telah melekat kuat bagi mereka yang tumbuh besar di Cilacap era 70-an hingga awal 2000-an.
Kini, warung legendaris ini telah bertransformasi di lokasi yang lebih modern di Jalan Ahmad Yani No.16, Sidakaya Satu, tepat di depan SMP Negeri 1 Cilacap.
Perpindahan ini justru membuat aksesnya semakin strategis bagi wisatawan yang ingin mencicipi resep orisinal yang tidak berubah sejak dahulu kala.
Untuk Anda yang ingin berkunjung, warung ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Karakter Kuah Kuning Keemasan dengan Sentuhan Rempah Rahasia
Daya tarik utama Soto Tentrem Hj. Maryam terletak pada kuahnya yang unik. Jika mayoritas soto di Jawa Tengah didominasi kuah bening, soto ini menyajikan harmoni kuah santan yang encer dan ringan.
Teksturnya tidak membuat enek, namun memberikan sensasi rasa yang lebih gurih dan creamy di lidah.
Warna kuning cerah dari penggunaan kunyit segar serta paduan rempah tradisional lainnya menciptakan aroma yang menggoda selera.
Setiap sesap kuahnya menawarkan kedalaman rasa kaldu ayam kampung yang diekstrak dengan sempurna, memberikan kehangatan instan yang menenangkan.
Komposisi Otentik dalam Semangkuk Kelezatan
Penyajian soto ini mempertahankan standar kualitas tinggi dengan pemilihan bahan yang teliti. Isian utamanya terdiri dari suwiran daging ayam kampung yang empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian terdalam.

Kehadiran bihun yang lembut dan tauge segar memberikan tekstur crunchy yang kontras dalam setiap suapan.
Tak lupa, taburan bawang merah goreng yang melimpah menjadi penyempurna aroma. Sebagai pelengkap, pengunjung sangat disarankan menambah ati ampela goreng yang gurih atau kerupuk emping melinjo untuk memberikan sensasi renyah yang maksimal di tengah hangatnya kuah soto.
Daftar Menu dan Harga Terjangkau
Meskipun menyandang predikat kuliner “legend”, tempat makan ini tetap membumi dengan harga yang sangat kompetitif. Berikut adalah daftar menu yang bisa Anda nikmati:
Menu Makanan:
* Soto Ayam Kampung: Rp15.000
* Nasi Ayam Kuah + Telor: Rp10.000
* Ati Ampela: Rp8.000
Menu Minuman:
* Es Jeruk / Jeruk Panas: Rp6.000
* Es Teh: Rp3.000
* Es Teh Tawar / Teh Tawar: Rp2.000
Simbol Kehangatan Tradisi di Kota Bercahaya
Keberhasilan Soto Tentrem Hj. Maryam bertahan lebih dari setengah abad membuktikan bahwa kejujuran rasa dan kualitas bahan tidak akan pernah dikalahkan oleh tren sesaat. Tempat ini adalah representasi dari kehangatan tradisi kuliner Cilacap yang dikemas dalam kesederhanaan semangkuk soto.
Menutup perjalanan di Cilacap dengan menyantap soto ayam kampung ini saat masih panas adalah pilihan yang tepat. Tak heran jika warung ini selalu menduduki daftar teratas rekomendasi kuliner bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Cilacap.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



