Pelatihan Tata Boga Disnakerin Cilacap Sasar Ibu-Ibu PKK Desa Miskin Ekstrem

Earlena
Disnakerin bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Cilacap menggelar Kegiatan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta penyerahan Bantuan Peralatan Tata Boga yang berlangsung di Aula Disnakerin Cilacap, Rabu (13/5/2026).(Foto: Diskominfo Cilacap)

Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap menggelar Kegiatan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Upaya memperkuat jaringan klaster industri ini diwujudkan melalui Pelatihan dan Penyerahan Bantuan Peralatan Tata Boga yang berlangsung di Aula Disnakerin Cilacap, Rabu (13/5/2026).

​Kegiatan ini menyasar 40 peserta yang merupakan perwakilan dari Pokja III PKK Kecamatan dan Desa di wilayah Kabupaten Cilacap. Pelatihan difokuskan pada pengolahan makanan dan kudapan bernilai jual guna mendongkrak ekonomi keluarga, khususnya di wilayah yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

​Kepala Bidang Perindustrian Disnakerin Cilacap selaku penyelenggara, Agus Manaji, menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar memberikan teori, melainkan juga dukungan riil. “Tujuannya adalah memberikan motivasi serta peluang usaha dari potensi yang ada untuk meningkatkan ekonomi dengan bantuan modal peralatan usaha industri olahan makanan,” jelas Agus dalam laporannya.

​Ketua Bidang III PKK Kabupaten Cilacap, Sisil Dian Setyabudi, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, menerangkan bahwa pelatihan ini terintegrasi dengan program daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program RABU PON (Gerakan Perempuan/Ibu Menanam Pohon) yang terus digalakkan di Cilacap.

Baca juga  50 Perempuan dan Disabilitas di Cilacap Dilatih Olah Pelepah Pisang Jadi Produk Bernilai Jual

​“RABU PON ini bukan hanya menanam pohon saja, tetapi juga merupakan gerakan pemberdayaan perempuan secara menyeluruh. Termasuk bagaimana perempuan dan ibu-ibu mampu menanam harapan, semangat kemandirian, serta menanam kekuatan ekonomi keluarga, terutama di wilayah-wilayah miskin ekstrem,” ujar Sisil.

​Sisil menambahkan, kemandirian ekonomi seorang ibu berdampak luas pada kesejahteraan keluarga, mulai dari pendidikan anak, kesehatan, hingga ketahanan sosial masyarakat. Ia pun berpesan agar bantuan modal alat yang diterima nanti benar-benar produktif digunakan, bukan sekadar disimpan.

​Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Disnakerin Cilacap, Farid. Ia menekankan betapa krusialnya peran perempuan dalam struktur perekonomian nasional saat ini, di mana lebih dari 64 persen IKM/UMKM di Indonesia dikelola oleh kaum perempuan.

​“Di era saat ini, kemampuan mengolah makanan yang higienis, menarik, dan bernilai jual tinggi menjadi peluang yang sangat baik. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh,” kata Farid saat membuka acara.

Baca juga  Tragedi Longsor Majenang! Satu Warga Tewas, 8 Rumah Tertimbun

​Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan membuat menu-menu kreatif yang diminati pasar oleh para pakar kuliner, seperti Lumpikat (Lumpia Ikat), Gadon Daging Tahu, dan Mochi. Selain bekal ilmu, para peserta juga langsung membawa pulang paket stimulan berupa alat masak dan bahan baku, meliputi mixer, loyang, baskom, pisau, telur, hingga tepung terigu.

​Program ini disambut antusias oleh para kader di lapangan. Fifi, anggota PKK Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, mengaku sangat beruntung bisa terlibat dan berencana langsung menularkan ilmu tersebut ke tingkat bawah.

​“Senang sekali karena bisa menambah ilmu dan teman. Resep hari ini insya Allah akan segera kami praktikkan di desa dan ditularkan kepada kader PKK tingkat RW dan RT agar bisa membantu ibu-ibu di sana membuka usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Fifi seusai acara.

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!