SUASANA perdesaan di sekitar Candi Prambanan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para peserta The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026. Kegiatan bersepeda onthel klasik yang diikuti peserta dari 40 negara itu mendapat apresiasi langsung dari sejumlah duta besar, termasuk dari Jerman dan Belanda.
- Candi Prambanan Punya Potensi Wisata Sepeda Internasional
- Dubes Jerman Soroti Potensi Wisata dan Budaya Bersepeda di Jawa Tengah
- Pemprov Jateng Dorong Sport Tourism Lewat Event Sepeda Internasional
- IVCA 2026 Diharapkan Dongkrak Ekonomi dan Promosi Wisata Klaten
- Peserta IVCA Nikmati Budaya Desa hingga Pengalaman Membatik
Dalam kegiatan yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Kamis (21/5/2026), para peserta menyusuri desa-desa dengan sepeda klasik sambil menikmati suasana budaya dan keramahan masyarakat lokal.
Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen mengaku sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda di sekitar kawasan Candi Prambanan menggunakan sepeda onthel klasik merek Gazelle.
“Kami bersepeda dan berkeliling desa, banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan ‘Semangat’, itu benar-benar menyenangkan,” ujarnya.
Candi Prambanan Punya Potensi Wisata Sepeda Internasional
Marc Gerritsen menilai Kawasan Candi Prambanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sepeda internasional.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat memperbanyak jalur sepeda agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan rute untuk menikmati suasana pedesaan dan situs budaya di sekitar Prambanan.
“Ini akan menjadi magnet wisata yang hebat. Sehingga ada banyak peluang wisata yang dikembangkan,” katanya.
Ia juga menilai budaya bersepeda menjadi solusi transportasi yang murah dan ramah lingkungan karena tidak bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
Dubes Jerman Soroti Potensi Wisata dan Budaya Bersepeda di Jawa Tengah
Kesan serupa disampaikan Duta Besar Jerman, H.E. Ralf Beste yang turut mengikuti kegiatan ngonthel di kawasan Prambanan.
Ia mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa selama mengikuti event tersebut dan melihat potensi besar pengembangan wisata berbasis budaya bersepeda di Jawa Tengah.
“Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga melihat banyak potensi pariwisata. Ini adalah destinasi yang sangat indah dengan candi-candi yang Anda lihat. Anda dapat menarik banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda ke sini,” ujarnya.
Ralf Beste juga mengajak masyarakat mulai membangun budaya kota ramah sepeda karena dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan dibanding kendaraan bermotor.
“Jadi mengapa tidak kita semua bersepeda?” katanya.
Pemprov Jateng Dorong Sport Tourism Lewat Event Sepeda Internasional
Menanggapi antusiasme peserta internasional, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event sejarah sepeda internasional tersebut di Kabupaten Klaten.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mendorong pengembangan konsep sport tourism melalui kolaborasi sektor olahraga dan pariwisata.
“Kami di Pemprov Jateng maupun dari Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata yang dikolaborasikan dengan olahraga,” katanya.
Dalam kegiatan itu, Sumarno juga turut ngonthel menggunakan sepeda klasik Fongers produksi tahun 1940-an.
Ia menilai budaya bersepeda perlu terus digalakkan, terlebih di tengah melonjaknya harga BBM dunia akibat situasi global dan konflik internasional.
“Mudah-mudahan kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak bersepeda. Selain ramah lingkungan, sepeda juga bagian dari menjaga kesehatan,” ujarnya.
IVCA 2026 Diharapkan Dongkrak Ekonomi dan Promosi Wisata Klaten
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan pihaknya bangga karena Kabupaten Klaten dipercaya menjadi tuan rumah event internasional yang diikuti peserta dari puluhan negara.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempromosikan Kabupaten Klaten dan Jawa Tengah di tingkat dunia.
“Tentunya ini menambah semangat kita bersama untuk menjadi tuan rumah yang baik di acara ini,” ujarnya.
Ia berharap budaya bersepeda kembali menjadi bagian aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama untuk perjalanan jarak dekat antar desa maupun kegiatan sosial warga.
Peserta IVCA Nikmati Budaya Desa hingga Pengalaman Membatik
Pengurus IVCA Jawa Tengah, Sukarno Pandu menjelaskan, event tahun ini diikuti sekitar 100 peserta dari 40 negara yang menjelajahi desa-desa di kawasan Prambanan menggunakan sepeda klasik.
Rombongan pengonthel internasional itu juga menarik perhatian warga karena beberapa peserta menggunakan sepeda klasik unik jenis “penny farthing” dan mengajak anak-anak desa mencobanya.
Selama berada di Desa Kemudo, peserta menikmati berbagai suguhan budaya seperti musik gamelan, tarian tradisional, kuliner khas desa, hingga permainan tradisional.
Bahkan, para peserta termasuk duta besar, sekda, dan bupati juga sempat mencoba membatik secara langsung.
Gelaran The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association 2026 dijadwalkan berlanjut pada Minggu, 24 Mei 2026 mendatang. Ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Jawa Tengah akan bergabung bersama peserta internasional menempuh rute sekitar 26 kilometer menyusuri desa-desa di sekitar kawasan Candi Prambanan.
*Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



