Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyiapkan sejumlah program pembangunan sektor kesehatan melalui penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, mulai dari rehabilitasi fasilitas puskesmas, penambahan ruang layanan, hingga pengadaan sarana penunjang kesehatan di wilayah pegunungan.
Kepala DKK Banjarnegara dr. Latifa Hesti Purwaningtyas mengatakan, salah satu program prioritas yakni rehabilitasi dan penambahan ruang di Puskesmas Bawang 2.
“Kondisi puskesmas dinilai sudah tidak lagi memadai untuk melayani masyarakat karena ruang pelayanan terlalu sempit dan belum sesuai standar Kementerian Kesehatan, terutama saat hari pasaran ketika jumlah warga yang berobat meningkat,” katanya, Senin (25/5/2026).
Selain itu, beberapa bagian bangunan juga mengalami kerusakan. Atap ruang pelayanan disebut kerap bocor saat hujan dan angin besar. Talud di bagian belakang puskesmas juga tidak berfungsi optimal sehingga sering meluap ketika hujan deras. Pemerintah juga berencana memanfaatkan lahan kosong yang masih tersedia untuk menambah sejumlah ruang pelayanan yang selama ini belum dimiliki.
Pemkab Banjarnegara juga mengalokasikan anggaran untuk penambahan ruang di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sawal, Kecamatan Sigaluh. Pembangunan sebelumnya pada 2024 disebut baru mencakup ruang pelayanan dasar, sementara ruang Integrasi Layanan Primer (ILP) belum tersedia.
“Penambahan ruang ILP dinilai penting untuk mendukung program Kementerian Kesehatan dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat desa serta memperkuat keterlibatan kader kesehatan di tingkat desa,” katanya.
Kabid. PKSDK (Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan), Yon Setiawan mengatakan, di sisi lain, pengadaan ambulans transport juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dua unit ambulans baru direncanakan untuk Puskesmas Punggelan 1 dan Puskesmas Batur 1. Langkah itu dilakukan karena kendaraan ambulans yang saat ini digunakan disebut sudah mengalami kerusakan berat.
Kondisi geografis wilayah binaan yang didominasi medan terjal juga menjadi alasan pentingnya pengadaan ambulans baru. Kendaraan dengan kondisi prima dibutuhkan untuk memastikan proses rujukan pasien dapat berjalan aman dan cepat.
Khusus untuk kawasan Dieng, Pemkab Banjarnegara juga menyiapkan pengadaan pemanas ruangan di Puskesmas Batur 2 yang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur. Pengadaan itu dilakukan karena suhu udara di kawasan Dieng pada bulan-bulan tertentu dapat turun secara ekstrem.
“Pemanas ruangan nantinya akan dipasang di ruang gawat darurat, ruang persalinan, dan ruang pasca persalinan guna menunjang kenyamanan serta keselamatan pasien,” katanya.
Selain itu, DBHCHT 2026 juga digunakan untuk pengadaan dental unit di Puskesmas Bawang 2. Alat pelayanan kesehatan gigi yang saat ini digunakan disebut telah mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan dokter gigi belum berjalan maksimal.
“Jumlah pasien yang memanfaatkan layanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas tersebut cukup tinggi. Karena itu, pengadaan dental unit baru dinilai mendesak agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



