EUFORIA FIFA World Cup 2026 atau piala dunia tidak hanya menjadi pesta bagi pecinta sepak bola, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ajang sepak bola terbesar dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat ini diprediksi tetap menyedot perhatian masyarakat Indonesia, meskipun Timnas Garuda belum berhasil tampil.
Fenomena nonton bareng (nobar) yang biasanya marak selama turnamen berlangsung dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Terlebih, TVRI selaku pemegang hak siar untuk Indonesia mengizinkan pelaku UMKM menggelar nobar Piala Dunia 2026 di lokasi usaha mereka secara gratis
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Banjarnegara, Akhmad Fajar Mukhtarom, mengatakan bahwa momentum ini perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha. Momentum Nobar Piala Dunia ini bisa menjadi ladang cuan bagi pelaku UMKM khususnya makanan.
“Lebih dari sekadar hiburan, nobar menciptakan peningkatan konsumsi yang signifikan. Ini peluang besar bagi UMKM, terutama di sektor kuliner,” ujarnya.
Kadin Siapkan Nobar Piala Dunia dan Bazar UMKM Terpadu
Melihat potensi tersebut, Kadin Banjarnegara berencana memfasilitasi kegiatan nobar Piala Dunia di sejumlah titik yang dikombinasikan dengan bazar UMKM. Langkah ini sebagai bentuk dukungan Kadin Banjarnegara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Banjarnegara.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan pusat keramaian baru sekaligus meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal. Produk makanan dan minuman praktis seperti martabak, ayam goreng, mie ayam, hingga aneka camilan diperkirakan menjadi primadona selama acara berlangsung.
“Permintaan biasanya meningkat menjelang dan saat pertandingan Piala Dunia. Ini momentum bagi pelaku UMKM untuk mengoptimalkan produksi, promosi, hingga distribusi,” jelas Fajar.
Ia juga berharap, dominasi kuliner lokal tetap terjaga di tengah maraknya produk makanan cepat saji global.
Efek Berantai: Dari Hiburan ke Pergerakan Ekonomi
Tren nobar selama turnamen sepak bola besar terbukti mampu menciptakan efek ekonomi berantai. Tidak hanya pelaku UMKM, sektor lain seperti jasa pengantaran, transaksi digital, hingga penyedia perlengkapan acara turut merasakan dampaknya.
Dengan jumlah penggemar sepak bola di Indonesia yang mencapai ratusan juta orang, potensi ekonomi dari kegiatan ini dinilai sangat besar.
Jika dikelola secara terencana, kegiatan nobar tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Kadin Banjarnegara pun optimistis, sinergi antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadikan momentum FIFA World Cup 2026 sebagai peluang nyata dalam memperkuat ekonomi daerah.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



