Ramadan 2026: Rutan Banjarnegara Panen Sawi Hijau, Bukti Warga Binaan Tetap Produktif

Syarif TM
Rutan Banjarnegara panen sawi hijau dengan memanfaatkan lahan sempit. (dok. RUtan Banjarnegara)

RAMADAN 2026 menjadi momentum berbeda di Rutan Banjarnegara. Di tengah suasana ibadah dan pembinaan spiritual, rumah tahanan ini menggelar panen bersama tanaman sawi hijau sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Kegiatan panen dilaksanakan pada area brandgang luar rutan Banjarnegara ini menjadi simbol produktivitas, panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian tetap berjalan meski dalam keterbatasan ruang.

Bukan Sekadar Panen, Tapi Proses Pembinaan Karakter Rutan Banjarnegara

Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa program pertanian tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan berbasis ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan bahan pangan, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin dan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal hasil panen, tetapi bagaimana warga binaan belajar tanggung jawab, kerja keras, dan kesiapan hidup mandiri,” ujarnya.

Baca juga  Sambut Zulhijjah, Rutan Banjarnegara Gelar Kajian Bareng Kemenag

Panen sawi hijau diikuti oleh Kepala Rutan, jajaran pejabat struktural, pegawai, Ketua PIPAS Cabang Rutan Banjarnegara beserta anggota, peserta magang, serta dua warga binaan yang aktif dalam program pertanian.

Manfaatkan Lahan Terbatas, Tanam Kemandirian

Program ketahanan pangan ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di dalam area rutan. Warga binaan mendapatkan pelatihan mulai dari pengolahan media tanam, proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen.

Selain meningkatkan produktivitas internal, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan keterampilan. Nilai kedisiplinan dan tanggung jawab ditanamkan melalui aktivitas rutin yang terstruktur.

Hasil panen sawi hijau diharapkan dapat mendukung kebutuhan internal sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis produktivitas dapat berjalan efektif di lingkungan pemasyarakatan.

Ramadan Jadi Momentum Perubahan Positif

Momentum bulan suci dinilai semakin memperkuat makna pembinaan. Warga binaan tidak hanya fokus menjalankan ibadah, tetapi juga mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat dan membangun masa depan.

Program ini selaras dengan tujuan sistem pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan mental, spiritual, serta peningkatan kapasitas dan kemandirian.

Baca juga  Inspwil II Beri Apresiasi Pembinaan yang Dilakukan Rutan Banjarnegara

Dengan semangat tetap produktif selama Ramadan, Rutan Banjarnegara menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk menumbuhkan harapan. Dari lahan sederhana di balik tembok rutan, tumbuh upaya nyata membangun masa depan yang lebih baik bagi warga binaan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.