Anggaran Rp14 Triliun Cair! Menteri Abdul Mu’ti Targetkan Revitalisasi 11.744 Sekolah di 2026 

Besari
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat memberikan pidato di Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (25/04/2026). (Besari)

Pemerintah pusat tancap gas membenahi infrastruktur pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengumumkan alokasi anggaran fantastis senilai Rp14 triliun untuk program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya di Pendopo Si Panji, Sabtu (25/4/2026). Anggaran besar ini diproyeksikan untuk memugar 11.744 sekolah yang tersebar di berbagai pelosok negeri.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa distribusi anggaran akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang berada dalam kondisi kritis dan darurat.

“Prioritas kami adalah sekolah-sekolah yang terdampak bencana, baik di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun daerah lain. Selain itu juga sekolah di wilayah 3T serta sekolah dengan kondisi rusak berat,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan ambisi pemerintah untuk memperluas jangkauan program ini. Saat ini, Kemendikdasmen tengah melobi Kementerian Keuangan agar target revitalisasi bisa melonjak hingga 60.000 satuan pendidikan.

Di tengah upaya perbaikan fisik, Mendikdasmen juga menyoroti isu krusial: tingginya angka anak tidak sekolah (ATS). Masalah ini disebutnya sebagai akumulasi dari faktor ekonomi, akses geografis, hingga kendala keamanan.

Baca juga  Refleksi Historis Hari Jadi ke-455: Bupati Sadewo Ziarahi Makam Raden Joko Kaiman

Sebagai terobosan, pemerintah kini mengedepankan model pendidikan yang lebih inklusif dan tidak kaku.

“Pendidikan tidak harus selalu formal. Bisa melalui jalur nonformal dan informal seperti PKBM, sekolah satu atap, program kesetaraan, hingga sekolah terbuka,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menandatangani plakat sekolah penerima bantuan revitalisasi, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (25/04/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menandatangani plakat sekolah penerima bantuan revitalisasi, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (25/04/2026). (Besari)

Untuk mendukung hal ini, pemerintah memastikan ketersediaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Skema ini juga dirancang untuk memfasilitasi profesi khusus seperti atlet dan seniman yang membutuhkan jam belajar adaptif.

Fokus ke Kemandirian Senada dengan kebijakan pusat, Pemerintah Kabupaten Banyumas turut memperkuat lini pendidikan nonformal. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara simbolis menyerahkan izin operasional untuk 21 PKBM baru.

Sadewo menekankan bahwa PKBM di wilayahnya tidak hanya sekadar mengejar ijazah, melainkan juga penguasaan keahlian praktis.

“Tadi kami juga serahkan 21 PKBM yang baru. PKBM di Banyumas tidak hanya fokus pendidikan akademik, tetapi juga life skill. Harapannya, peserta didik bisa hidup mandiri,” kata Sadewo.

Dengan pendekatan yang adaptif dan aplikatif, kehadiran PKBM baru ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Banyumas dalam meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan berkelanjutan.

Baca juga  Banyumas Akselerasi Perbaikan RTLH: Targetkan Ribuan Hunian Layak di 2026 

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!