Banyumaas Raih UHC Awards 2026 Karena Jaminan Kesehatan Tembus 98,7 Persen

Besari
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri, mengabadikan momen setelah penyerahan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.

Upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam memperluas jangkauan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat pengakuan nasional.

BPJS Kesehatan secara resmi menyerahkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kepada Pemkab Banyumas atas dedikasinya melindungi kesehatan warga secara menyeluruh.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari sinergi lintas sektor yang solid demi memastikan hak dasar warga atas layanan kesehatan terpenuhi.

Ia memandang Program JKN sebagai alat negara dalam menciptakan keadilan sosial di bidang kesehatan.

“Keberhasilan Banyumas tentunya tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kepesertaan masyarakat,” katanya.

Keberhasilan ini didorong oleh angka kepesertaan aktif yang sangat tinggi, yang menjadi parameter utama dalam penilaian penghargaan ini. Berikut adalah rincian capaian Banyumas:

Total Peserta: 1.836.730 jiwa (mencakup 98,70% populasi). Tingkat Keaktifan: 80,85%. Status: Predikat UHC Non Cut Off.

“Hingga 1 Januari 2026, sebanyak 1.836.730 jiwa atau 98,70 persen penduduk Banyumas telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan tingkat keaktifan mencapai 80,85 persen. Angka ini melampaui target UHC Non Cut Off, yakni minimal 98 persen penduduk terdaftar dan tingkat keaktifan peserta sekurang-kurangnya 80 persen,” jelas Niken.

Baca juga  Catat Tanggalnya! Ada Pameran Otomotif Kabupaten Banyumas di Menara Teratai

Niken juga mengapresiasi peran strategis kepala daerah yang mampu mengintegrasikan kebijakan dan anggaran untuk menjaga keberlangsungan status kepesertaan masyarakat.

“Penghargaan UHC Awards 2026 ini menunjukkan tingginya komitmen Pemkab Banyumas dalam memberikan jaminan kesehatan bagi warganya. Saat menghadapi persoalan kesehatan, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan melalui Program JKN tanpa hambatan berarti,” ujarnya.

Menanggapi raihan prestasi tersebut, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan bahwa penghargaan ini membuktikan bahwa kesehatan merupakan prioritas utama bagi pemerintah daerah. Sinergi yang kuat dengan BPJS Kesehatan menjadi kunci utama kesuksesan tersebut.

“Dengan status UHC Non Cut Off yang dimiliki Banyumas saat ini, setiap warga ber-KTP Banyumas yang didaftarkan oleh pemerintah daerah akan langsung aktif kepesertaannya tanpa masa tunggu,” kata Sadewo.

Bupati berharap predikat ini bisa dipertahankan secara konsisten agar warga Banyumas dapat mengakses pengobatan yang bermutu tanpa perlu mengkhawatirkan biaya maupun kendala administratif yang rumit.

“Kami berharap capaian ini berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Banyumas. Warga dapat menikmati akses layanan kesehatan yang layak, berkelanjutan, dan tanpa hambatan melalui Program JKN,” kata dia.

Baca juga  Menikmati Sunset di Purwokerto: 5 Lokasi Terbaik dengan Pemandangan Memukau

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!