Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet. Tidak terkecuali dengan wilayah Kabupaten Banyumas, yang berada di lereng selatan gunung tertinggi di Jateng ini.
Banjir kali ini tidak hanya meningkatnya debit air. Tetapi aliran sungai membawa material pasir dan gelondongan kayu. Berdasarkan catatan seputarnanyumas.com banjir ini merupakan banjir paling parah sepanjang sejarah di Banyumas.
Seperti di Sungai Pelus, yang melintasi sejumlah desa, salah satunya Kotayasa. Debit air naik drastis, bahkan sampai ke meluap ke tepian sungai.
Sejumlah titik sungai bahkan mengalami pendangkalan, karena material pasir yang dibawa banjir. Potongan-potongan kayu gelondongan juga turut memadati aliran sungai.
“Hujan terjadi sejak sore sampai malam hari, kemudian saat hampir tengah malam terdengar gemuruh, pagi hari sekitaran sungai sudah berantakan,” kata Parno, Warga Sumbang.
Aswin, warga Windusari Kecamatan Kedungbanteng. Dia juga mendapati kondisi yang sama. Pada malam hari, setelah hujan reda, terdengar gemuruh yang cukup kencang.
“Pagi harinya aliran sungai Banjaran banjir dan coklat pekat,” kata dia.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



