5 Bulan Menanti, Pemenang Hadiah Umroh Mengadu ke Wabup Banyumas

Besari
Noviyanti (tengah) pemenang hadiah umroh, undian di acara jalan sehat HUT RI ke-80, yang diselenggarakan Pemkab Banyumas, pada Agustus lalu.

Karut-marut pelaksanaan jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80 yang digelar Pemkab Banyumas pada 24 Agustus tahun lalu kini mulai menyeret nama Wakil Bupati (Wabup) Banyumas, Dwi Asih Lintarti. Pasalnya, salah satu pemenang hadiah utama berupa paket umroh, Novi Yanti, hingga kini belum menerima haknya.

Warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng ini harus menelan pil pahit. Meski telah dinyatakan menang sejak lima bulan lalu, realisasi hadiah tersebut masih menggantung. Merasa komunikasi dengan panitia hanya membuahkan janji manis yang mengkhawatirkan, Novi akhirnya berinisiatif mengadu ke rumah Wabup Lintarti yang lokasinya tak jauh dari kediamannya.

“Saya bilang ke anaknya Bu Lintarti yang jadi lurah, tapi ibunya lagi ke Jakarta. Dari Jakarta terus ke Semarang,” kata Novi, Kamis (12/02/2026).

Langkah Novi mengadu ke lingkaran Wabup tampaknya memicu respons cepat. Tak lama setelah itu, ia dihubungi oleh Sekda Banyumas, Agus Nur Hadie, yang juga menjabat sebagai ketua panitia peringatan HUT RI tingkat kabupaten.

“Kemarin baru dihubungi Pak Agus, temannya Bu Lintarti yang katanya ikut jadi panitia jalan sehat,” ujarnya.

Baca juga  Inflasi Banyumas Raya Oktober 2025 Naik Tipis, BI Pastikan Masih Terkendali

Menariknya, terdapat perubahan kebijakan terkait bentuk hadiah. Jika awalnya panitia menegaskan hadiah umroh tidak bisa diuangkan dan hanya boleh dipindahtangankan ke orang lain, kini opsi kompensasi uang mulai muncul.

“Dulu tidak bisa diganti uang, katanya paling diganti orang yang berangkat umroh. Tapi kemarin Pak Agus lewat WhatsApp bilang mau diganti uang,” katanya.

Meski demikian, persoalan baru muncul terkait nominal penggantian. Novi mengaku masih dalam ketidakpastian mengenai berapa jumlah uang yang akan ia terima.

“Informasi dari Pak Sena bilangnya 15 (juta). Tapi kemarin saya sudah bilang ke Pak Agus. Katanya diusahakan, tapi belum tahu berapa,” imbuhnya.

Nasib Novi serupa dengan Yulia Nurul, pemenang hadiah mobil Brio di acara yang sama, yang juga belum menerima hadiahnya. Padahal, pihak penyelenggara melalui Sena (Direktur Bos Event Organizer) sempat menjanjikan bahwa seluruh urusan hadiah akan tuntas pada Januari 2026.

“Sejak awal, Pak Sena janjinya akhir Januari beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” keluh Novi.

Baca juga  75 Calon Paskibra HUT RI ke 80 Kabupaten Banjarnegara Ditetapkan

Walau terus berkomunikasi dengan pihak EO maupun Pemkab, Novi merasa status hadiahnya masih “diurus” tanpa kepastian tanggal eksekusi.

“Kemarin Pak Sena (EO acara) sudah telepon. Katanya lagi diusahakan, Pak Agus (Sekda) juga sudah sempat menghubungi. Katanya lagi diurus,” tuturnya.

Novi menceritakan kembali momen saat dirinya beruntung memenangkan undian dari dua tiket yang dibelinya di kawasan Menara Teratai. Saat itu, ia bahkan tidak berada di lokasi saat nomornya dipanggil.

“Beli dua tiket, dan dapat itu. Alhamdulillah dapat,” ujarnya mengenang momen tersebut. “Saya waktu itu tidak datang, terus ditelepon ke rumah. Habis itu saya langsung ke sana.”

Sebagai warga biasa, ia tidak pernah menaruh curiga bahwa penyerahan hadiah ini akan berlarut-larut, mengingat acara tersebut diselenggarakan secara resmi oleh Pemerintah Daerah.

“Bahagia campur terharu. Saya tidak mengira penipuan, karena kan atas nama Pemda Kabupaten, jadi tidak berpikiran sama sekali kalau itu penipuan,” kata dia.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Jalan Sehat 1 Abad NU Banjarnegara Berhadiah Umroh Berlangsung Semarak