Pencarian selama 7 hari terhadap Kardan (78) warga Desa Karang Kemiri Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas dilaporkan hilang di hutan Kecamata Pekuncen belum membuahkan hasil. Perluasan area pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan untuk menemukan keberadaan korban. Terutama di bagian lereng perbukitan Hutan Pekuncen.
Tim Dibagi 3 SRU
Kepala Kantor SAR Cilacap M Abdullah dalam release Sabtu (17/1/2026) malam mengatakan tim dibagi menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukam penyisiran darat kearah utara dari LKP seluas 3 KM persegi, SRU 2 melakukan penyisiran darat kearah selatan seluas 3 KM persegi, SRU 3 yang rencananya melakukan pemantauan via udara menggunakan drone di batalkan. “Pasalnya cuaca kurang bagus, di alihkan dengan penyisiran darat di sekitaran LKP untuk menemukan tanda-tanda keberadaan survivor,” terangnya
Tim SAR menyebarkan informasi kepada masyarakat yang beraktivitas di kebun hutan Pekuncen. Hingga penyebaran informasi ke desa-desa tetangga apabila menemukan keberadaan survivor. Selanjutnya kendala yang di hadapi oleh Tim SAR adalah cuaca yang cepat berubah terutama saat melakukan pencarian di dalam hutan dan vegetasi yang cukup lebat.
Operasi SAR 7 Hari
Tim SAR Gabungan sudah melakukan Pencarian selama 7 hari sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas. Pencarian dilakukan dengan semaksimal mungkin dengan mengerahkan personil, relawan, masyarakat sekitar, Drone UAV bahkan Canine. Namun sampai hari ke-7 pencarian survivor masih belum diketemukan. Selanjutnya Operasi SAR ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan,” imbuhnya.
Lansia Hilang di Hutan
Seperti diberitakan, Lansia bernama Kardan (78) warga Desa Karang Kemiri Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas dilaporkan hilang. Yang bersangkutan sebelumnya berpamitan mencari kayu bakar ke hutan Desa Karangkemiri pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Namun hingga saat ini belum kembali ke rumah.
Kepala Kantor SAR Cilacap M Abdullah dalam press release, Minggu (11/1/2026) mengatakan pihaknya mendapatkan laporan ada saksi yang melihat korban di hutan Karang Kemiri pada Minggu (11/1/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. “Pemerintah desa dan warga sudah melakukan pencarian,” ungkapnya.






