PERHATIAN terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak banjir menjadi fokus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah. Melalui layanan trauma healing, puluhan anak pengungsi di Kota Pekalongan mendapatkan pendampingan psikologis agar tetap merasa aman dan bahagia di tengah situasi pascabencana.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2025). Tercatat sebanyak 83 anak berusia 6 hingga 16 tahun mengikuti kegiatan pemulihan psikologis setelah terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (17/1/2025).
Bermain, Bernyanyi, hingga Menggambar untuk Pulihkan Mental Anak
Dalam suasana penuh kehangatan, melalui trauma healing, anak-anak diajak mengikuti beragam aktivitas edukatif dan rekreatif. Mulai dari bermain bersama, bercerita, bernyanyi, hingga menggambar, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengurangi trauma sekaligus menumbuhkan kembali rasa nyaman dan percaya diri anak.
Pendekatan yang menyenangkan ini diharapkan mampu membantu anak-anak melewati pengalaman traumatis akibat bencana alam.
Bunda PAUD Jateng Turun Langsung Temui Pengungsi
Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, hadir langsung dan berinteraksi dengan anak-anak di lokasi pengungsian. Didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, ia memantau seluruh rangkaian kegiatan trauma healing sekaligus menyapa para pengungsi.
Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga menyerahkan bantuan berupa buku bacaan dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak terdampak banjir, guna mendukung proses belajar mereka pascabencana.
Trauma Healing Untuk Pemulihan Psikologis Anak Jadi Kunci Pascabencana
Nawal menegaskan, pemulihan kondisi mental anak usia dini sangat penting agar mereka tidak mengalami gangguan psikologis berkepanjangan akibat bencana.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PKK Kota Pekalongan, Pokja Bunda PAUD Jawa Tengah, dan IGTKI. Kami memberikan layanan trauma healing agar anak-anak bisa pulih dan siap kembali bersekolah,” ujar Ketua TP PKK Jawa Tengah tersebut.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengurangi trauma pascabencana, mempersiapkan mental anak untuk kembali ke aktivitas sekolah, serta menghadirkan kebahagiaan di lingkungan pengungsian.
Imbauan Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan
Selain memberikan pendampingan psikologis, Nawal juga mengimbau warga terdampak banjir agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pemprov Jateng terus menyalurkan bantuan dan kebutuhan pokok. Jika air mulai masuk ke rumah, warga diharapkan segera berkumpul di lokasi pengungsian,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta bersabar hingga kondisi benar-benar aman dan air banjir surut.
Keceriaan Anak Kembali Tumbuh di Pengungsian
Salah satu pengungsi, Rizkiya, siswi SMP Negeri 4 Pekalongan, mengaku kegiatan trauma healing membuatnya tidak merasa bosan selama berada di pengungsian. Ia senang bisa bermain dan berinteraksi dengan banyak teman meski rumahnya terdampak banjir.
“Buku tulis di rumah basah semua kena banjir. Alhamdulillah dapat buku baru dari Bunda PAUD, jadi bisa dipakai buat sekolah, apalagi mau masuk semester dua,” katanya.
Kehadiran layanan trauma healing ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak hanya soal logistik, tetapi juga tentang memastikan kesehatan mental dan masa depan anak-anak tetap terjaga.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



