Kuliner tradisional Indonesia selalu memiliki cerita di balik cita rasanya. Salah satunya adalah Brekecek, makanan khas Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai kuliner legendaris dengan kuah kuning pedas dan aroma rempah yang kuat.
Brekecek bukan sekadar hidangan ikan biasa, melainkan warisan kuliner masyarakat pesisir selatan yang telah bertahan lintas generasi dan kini semakin dikenal luas oleh pecinta kuliner Nusantara.
Sebagai kuliner legendaris, Brekecek memiliki keunikan tersendiri, mulai dari bahan utama, proses memasak, hingga filosofi di balik penyajiannya.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta menarik tentang Brekecek yang membuatnya istimewa.
Asal-usul Brekecek dari Tradisi Pesisir Cilacap
Brekecek berasal dari kebiasaan masyarakat pesisir Cilacap yang memanfaatkan hasil laut segar sebagai bahan utama masakan sehari-hari.
Secara tradisional, Brekecek dibuat menggunakan ikan laut berukuran besar seperti ikan Jahan, ikan Keting, atau ikan Tenggiri.
Brekecek merupakan gabungan kata dari kata “brek” dan “kecek”. Brek berarti dijatuhkan atau diletakkan. Dan kecek artinya dikecek atau dicampur.
Jadi, brekecek ini adalah cara memasak yang meletakkan bahan dasarnya lalu dicampur dengan bumbu yang khas.
Selain itu, nama “Brekecek” diyakini berasal dari bunyi atau istilah lokal yang menggambarkan proses memasak ikan dengan bumbu rempah dan kuah yang melimpah. Hidangan ini awalnya sering disajikan dalam acara keluarga, kenduri, hingga perayaan adat masyarakat setempat.
Ciri Khas Brekecek yang Membuatnya Berbeda
1. Menggunakan Ikan Laut Segar Berukuran Besar
Keunikan utama kuliner legendaris ini terletak pada penggunaan ikan laut utuh atau potongan besar. Berbeda dengan olahan ikan lain yang dipotong kecil, Brekecek mempertahankan tekstur daging ikan agar tetap padat dan tidak hancur saat dimasak.
2. Kuah Kuning Pedas Kaya Rempah
Kuah Brekecek berwarna kuning pekat yang berasal dari kunyit, dipadukan dengan cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, dan daun jeruk. Rasa pedasnya cukup kuat, namun seimbang dengan gurih alami dari ikan laut.
3. Aroma Daun Kemangi yang Khas
Daun kemangi menjadi elemen penting dalam kuliner legendaris ini. Daun ini dimasukkan di tahap akhir memasak untuk menghasilkan aroma segar yang khas dan memperkuat cita rasa kuah.
Filosofi di Balik Sajian Brekecek
Bagi masyarakat Cilacap, Brekecek bukan hanya makanan, tetapi simbol kebersamaan. Hidangan ini biasanya dimasak dalam porsi besar dan dinikmati bersama-sama.
Filosofi tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kebersamaan.
Tak hanya itu, penggunaan ikan segar mencerminkan kedekatan masyarakat Cilacap dengan laut sebagai sumber kehidupan utama.
Brekecek, Kuliner Legendaris dalam Perkembangan Modern
Seiring berkembangnya wisata kuliner, Brekecek kini tidak hanya ditemukan di rumah-rumah warga, tetapi juga di warung makan hingga restoran khas Cilacap.
Beberapa tempat bahkan mulai memodifikasi Brekecek dengan tingkat kepedasan berbeda atau menggunakan jenis ikan alternatif agar lebih mudah diterima oleh wisatawan.
Meski demikian, resep tradisional Brekecek tetap dipertahankan sebagai identitas kuliner daerah. Pemerintah daerah dan pelaku UMKM kuliner turut mempromosikan Brekecek sebagai salah satu ikon kuliner Cilacap.
Bahkan, Brekecek Pathak Jahan telah menjadi makanan khas Cilacap berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cilacap Nomor 556/501/18/Tahun 2014 pada tanggal 6 November 2014.
Selain brekecek pathak jahan, pun terdapat brekecek basur yang diresmikan berdasarkan surat tersebut.
Identitas Kuliner Daerah
Keberadaan Brekecek memperkaya daftar kuliner khas Jawa Tengah yang berbasis hasil laut. Di tengah maraknya makanan modern, Brekecek tetap bertahan berkat cita rasa autentik dan nilai budaya yang melekat kuat.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Cilacap, mencicipi Brekecek menjadi pengalaman kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Hidangan ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan cerita tentang sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat pesisir selatan Jawa.
Brekecek adalah bukti bahwa kuliner tradisional mampu bertahan dan relevan hingga kini. Dengan rasa pedas gurih yang khas, bahan sederhana dari laut, serta nilai budaya yang kuat, Brekecek layak disebut sebagai kuliner legendaris Cilacap. Ke depan, Brekecek berpotensi terus dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia yang patut dilestarikan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.






