Persiapan keberangkatan jemaah calon haji tahun 2026 di Kabupaten Cilacap terus dikebut. Hingga saat ini, seluruh proses dinyatakan berjalan sesuai tahapan, sembari menanti kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah.
Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cilacap memastikan kesiapan teknis dan operasional menjadi fokus utama menjelang jadwal keberangkatan yang direncanakan pada Mei 2026. Total sebanyak 1.280 jemaah calon haji asal Cilacap dijadwalkan akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cilacap, Banu Tolib, mengatakan pihaknya saat ini tengah memaksimalkan berbagai persiapan agar pelaksanaan haji berjalan lancar.
“Kami masih terus melakukan proses persiapan, khususnya untuk operasional haji 2026, agar saat pemberangkatan nanti semua sudah siap,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Arab Saudi Masih Buka Penyelenggaraan Haji
Ia menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi masih membuka pelaksanaan ibadah haji 2026. Sementara itu, aktivitas umroh sudah memasuki tahap akhir.
“Sampai dengan saat ini, Pemerintah Arab Saudi masih siap untuk menyelenggarakan haji di tahun 2026 atau 1447 Hijriah ini. Dan informasi terakhir yang kami dapatkan bahwa sampai dengan tanggal 18 itu proses pemvisaan umroh sudah ditutup,” jelasnya.
Selain itu, jemaah umroh yang masih berada di Arab Saudi diwajibkan kembali ke Tanah Air paling lambat 18 April 2026. Penutupan ini menjadi penanda dimulainya fokus penuh terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
Keberangkatan Dimulai 21 Mei, Cilacap Kloter Akhir
Banu mengungkapkan, pemberangkatan jemaah haji Indonesia dijadwalkan dimulai pada 21 Mei 2026. “Keberangkatan jemaah haji Indonesia untuk kloter pertama nanti adalah tanggal 21 kita mulai terbang atau mulai masuk asrama,” katanya.
Sementara itu, jemaah asal Kabupaten Cilacap yang berjumlah lebih dari 1.280 orang akan masuk dalam kloter akhir. “Jemaah haji Kabupaten Cilacap yang sejumlah 1.280 lebih itu tahun ini adalah kloter terakhir, yaitu kloter 76, 77, 78, 79, 80, dan sebagian ada di 81,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jadwal keberangkatan jemaah Cilacap diperkirakan berlangsung pada 18 hingga 20 Mei 2026, meski masih bersifat dinamis. “Berangkat sekitar tanggal 18, 19, 20 bulan Mei untuk gelombang kedua terakhir,” lanjutnya.
Jemaah Diminta Siapkan Diri dan Fisik
Saat ini, seluruh jemaah telah menyelesaikan tahap pelunasan biaya haji dan tengah memasuki masa persiapan pra-embarkasi. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari persiapan perlengkapan hingga pamitan dengan keluarga.
“Jemaah itu sedang prepare sebelum pra-embarkasi ini, termasuk juga silaturahmi ke sanak famili, tetangga, untuk berpamitan,” jelas Banu.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menggelar pelepasan resmi jemaah oleh bupati pada akhir April, meski jadwal pastinya masih menunggu penetapan.
Di sisi lain, distribusi perlengkapan seperti koper dilakukan bertahap sesuai jadwal kloter masing-masing.
Imbauan Waspadai Cuaca dan Doa untuk Kelancaran
Banu juga mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca di Arab Saudi yang saat ini masih relatif dingin.
“Untuk mempersiapkan baju hangat, sweater, kami persilakan untuk mempersiapkan diri itu, karena saat ini cuacanya masih dingin di Arab Saudi,” ujarnya.
Ia turut meminta doa masyarakat agar pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar, di tengah situasi global yang dinamis.
“Mohon doanya untuk masyarakat Kabupaten Cilacap, pelaksanaan haji tahun ini diberikan kemudahan dan kelancaran, karena kita tahu bersama ada geopolitik, ada peperangan, dan semoga tidak mengganggu proses penyelenggaraan haji di tahun 2026,” katanya.
Dengan berbagai persiapan yang terus dilakukan, diharapkan seluruh jemaah haji asal Cilacap dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



