Atlet Paralympic Jateng Miliki Asrama, Dorong Prestasi Olahraga Disabiitas

Syarif TM
Gubernur Jateng saat memberikan tali asih pada atlet paralymppic Jateng. (dok. Pemprov)

KABAR gembira bagi atlet paralympic Jawa Tengah, pasalnya saat ini dunia olahraga disabilitas di Jawa Tengah yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah kini memiliki asrama khusus.

Asrama khusus bagi atlet paralympic ini yang berada di Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Asrama dengan fasilitas lengkap tersebut menjadi yang pertama dimiliki pengurus NPCI di tingkat provinsi di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus mendongkrak prestasi hingga level internasional.

“Gedungnya baru, prestasinya harus lebih baru. Ini menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan capaian,” ujar Luthfi.

Jateng Jadi Lumbung Atlet Paralympic Berprestasi

Selama ini, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang atlet paralympic berprestasi di Indonesia. Dominasi tersebut kembali terlihat dalam ajang ASEAN Para Games 2025.

Dari total 85 atlet yang berlaga di 16 cabang olahraga, kontingen asal Jawa Tengah berhasil menyumbang 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Jumlah tersebut setara sekitar 32,5 persen dari total perolehan medali Indonesia, sekaligus mengantarkan kontingen Merah Putih meraih posisi runner-up.

Baca juga  Piala Soeratin 2025, Skuad PSCS U15 Bungkam HW Banjarnegara 6-0

Disabilitas Bukan Batas, Tapi Potensi Prestasi

Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memperkuat sarana dan prasarana bagi atlet disabilitas. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah hambatan, melainkan potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan.

“Disabilitas bukan kekurangan. Jika diasah dengan baik, justru menjadi kekuatan untuk meraih prestasi,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Jateng juga mengalokasikan tali asih lebih dari Rp10 miliar bagi atlet dan pelatih berprestasi. Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan Rp4,4 miliar telah diserahkan, sementara sisanya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan.

Atlet Termotivasi, Harap Dukungan Terus Berlanjut

Salah satu atlet peraih medali emas, Eliana, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap atlet paralympic. Atlet angkat besi kelas 41 kilogram itu menerima tali asih sebesar Rp90 juta.

“Ini sangat memotivasi saya untuk terus berprestasi ke depan,” ujarnya.

Ia berharap dukungan terhadap atlet disabilitas, baik dari sisi fasilitas latihan maupun hunian, dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak atlet berprestasi lahir dari Jawa Tengah.

Baca juga  Heboh! Badiklat Hukum Jateng Kumpulkan Pejabat Penting untuk Olahraga Bareng, Ada Apa?

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!