Cuaca ekstrem menerpa Kabupaten Kebumen. Jika dihitung sejak 9 Januari 2026 sampai akhir pekan lalu, maka ada 19 belas pohon yang tumbang karena hujan dan terpaan angina kencang. Di rentang waktu yang sama, ada juga beberapa kejadian longsor. Atas situasi cuaca ekstrem tersebut BPBD Kebumen memberikan beberapa imbauan pada warga.
Jika waktu ditarik ke belakang, maka jumlah pohon yang tumbang sejak tahun 2026 lebih banyak. Berdasarkan data BPBD Kebumen, dari belasan insiden pohon roboh dari 9-17 Januari 2026, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
- Pohon tumbang di Dukuh Wadas RT 03 RW 03, Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Pohon tumbang dan menimpa atap rumah bagian dapur dan ruang tengah milik Bapak Muniran (82 tahun). Kerusakan yang terjadi mengakibatkan sebagian atap rumah rusak. Insiden ini terjadi karena adanya angin kencang.
- Pohon tumbang di Dukuh Dadap RT 01 RW 02, Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, pada Rabu (14/1/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan mengakibatkan pohon tumbang menimpa atap dapur rumah warga.
- Pohon tumbang terjadi di Dukuh Kobongkotan RT 02 RW 02, Desa Arjowinangun, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Pohon yang tumbang menimpa rumah milik Syarifudin (57).
- Pohon tumbang di Dukuh Juru Tengah RT 01 RW 01, Desa Benerkulon, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 13.15 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon salam roboh dan menimpa rumah milik Pamuji (51),
Tak hanya pohon tumbang, longsor pun terjadi di Kebumen. Misalnya adalah hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB mengakibatkan tanah longsor di Dukuh Pacalbalung RT 05 RW 03 Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng. Longsoran terjadi pada tebing di bagian belakang rumah warga.
Kemudian, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, pada Jumat malam (16/1/2026). Kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tanah longsor berupa robohnya talud irigasi/selokan di Dukuh Jetis RT 05 RW 03 sekitar pukul 23.00 WIB.
Imbauan BPBD Terkait Cuaca Ekstrem di Kebumen
BPBD Kebumen melalui Instagramnya memberikan imbauan pada masyarakat terkait cuaca esktrem ini. Pertama adalah agar masyarakat memantau informasi resmi dari BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah.
Kedua, agar warga jangan berteduh di bawah pohon, baliho, atau tiang listrik saat terjadi angin kencang. Ketiga, tunda bepergian jika tidak mendesak ketika cuaca ekstrem. Keempat, jauhi sungai dan lereng terutama saat hujan deras berkepanjangan.
Kelima, siapkan tas darurat sejak dini dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau. Keenam, hubungi BPBD atau aparat desa dan ikuti arahan petugas bila daurat.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



