HAUL ke 126 KH Abdul Syukur Al Mahali tahun 2026 menjadi momentum memperkuat nilai spiritual, menjaga kerukunan umat, sekaligus mengenang perjuangan dakwah Islam yang telah mengakar lebih dari satu abad di wilayah Blora.
Ribuan jejak perjuangan dakwah yang diwariskan KH Abdul Syukur Al Mahali (Mbah Mahali) kembali dikenang dalam peringatan Haul ke 126 di kompleks makamnya, Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Momentum religius ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga pengingat pentingnya meneladani kesalehan, keikhlasan, dan perjuangan ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan religius.
Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati area makam sejak siang hari. Meski cuaca terik, suasana khidmat tetap terasa selama rangkaian doa dan pengajian berlangsung. Haul turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.
Haul ke 126 Jadi Momentum Meneladani Perjuangan Ulama
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang untuk mengenang sejarah perjuangan dakwah para ulama yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat hingga lintas generasi.
Menurutnya, haul ke 126 ini membuktikan kuatnya pengaruh perjuangan Mbah Mahali dalam menyebarkan syiar Islam, khususnya di wilayah Cepu, Sambong, Jiken, dan sekitarnya.
“Melalui momentum ini, kita diajak untuk mendekati keteladanan, kegigihan, serta keikhlasan para pendahulu kita. Perjuangan Mbah Mahali, Mbah Abdul Karim, dan juga guru kita Al-Maghfurullah Kiai Haji Maimun Zubair adalah lentera yang menuntun kita dalam menjaga kerukunan umat,” ujar Sri Setyorini.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dukungan para ulama, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.
“Pemerintah membutuhkan sinergi, dukungan, dan doa dari para ulama serta seluruh elemen masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Gus Yasin: Hormati Orang Saleh, Mereka Pewaris Para Nabi
Dalam mauidhah hasanahnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk terus menghormati dan mencintai para ulama sebagai pewaris para nabi yang menjadi penuntun umat menuju jalan Allah SWT.
Menurut Gus Yasin, perjuangan Mbah Mahali dalam menyebarkan Islam di wilayah Cepu dan sekitarnya merupakan teladan yang patut diteruskan oleh generasi saat ini.
“Kita membutuhkan ulama seperti ini. Kita harus menghormati orang-orang saleh. Kita harus mencintai orang-orang yang bertakwa. Terutama pada masa akhir zaman seperti saat sekarang ini,” kata Taj Yasin.
Ia menilai, nilai-nilai yang diajarkan para ulama tidak hanya membangun kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga memperkuat persatuan dan menjaga harmoni sosial di tengah berbagai tantangan zaman.
Sambut Kepulangan Jemaah Haji KBIHU Al I’anah Cepu
Sebelum menghadiri haul, Gus Yasin juga menyempatkan diri bertemu dengan para jemaah haji KBIHU Al I’anah Cepu yang telah kembali ke Tanah Air pada 17 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus berharap para haji mampu menjaga kemabruran ibadah dengan menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Peringatan Haul ke-126 Mbah Mahali pun menjadi bukti bahwa warisan dakwah para ulama tetap hidup di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar mengenang sejarah, haul menjadi penguat nilai keislaman, kebersamaan, dan semangat melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam membangun kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



