Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Ketua DPRD Jateng Dorong Pengentasan Kemiskinan di Sektor Pertanian dan Perikanan
Jateng

Ketua DPRD Jateng Dorong Pengentasan Kemiskinan di Sektor Pertanian dan Perikanan

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 30 Oktober 2025 10:05
Djamal SG
Membagikan
Ketua DPRD Jateng
Ketua DPRD Jateng Sumanto tekankan pentingnya mitigasi bencana. (dok DPRD Jateng)
Membagikan
sumanto3 Ketua DPRD Jateng Dorong Pengentasan Kemiskinan di Sektor Pertanian dan Perikanan
Ketua DPRD Jateng Sumanto terus mendorong pengentasan kemiskinan. (dok DPRD Jateng)

SOLO – Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) Sumanto melihat adanya kemiskinan di sektor pertanian dan perikanan. Padahal, jika digarap dengan serius, maka da sektor itu bisa jadi andalan dan meningkatkan perekonomian. Maka, dengan realitas kemiskinan di sektor pertanian dan perikanan, Sumanto  mendorong upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah, khususnya pada dua sektor tersebut.

Menurut Sumanto, selama ini sebagian besar petani di Jateng kurang sejahtera karena memiliki luas sawah yang terbatas. Keterbatasan luas lahan persawahan tersebut membuat produksi padi yang dihasilkan tak bisa maksimal. Akibatnya, penghasilan para petani juga minim, bahkan di bawah upah minimum regional (UMR).

“Dari sekitar 3 juta petani Jateng, sebagian besar luas lahannya di bawah 1.000 meter. Dengan harga gabah sekitar Rp6.500 per kilogram, penghasilannya tak lebih dari Rp1 juta sebulan,” ujarnya belum lama ini.

Ia menambahkan, hanya petani yang luas lahannya 1 hektare ke atas bisa memiliki penghasilan bersih Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan. Penghasilan para petani sebelumnya semakin sedikit saat harga gabah hanya Rp3.500 hingga Rp4.000 per kilogram. Saat itu, bahkan banyak petani yang merugi karena hasil panen tak mampu menutup biaya produksi. Terlebih mereka masih harus membeli pupuk yang mahal saat musim tanam.

Baca juga  Lapas Nirbaya Bangun Komitmen Bersama Wujudkan Pemasyarakatan Tanpa Narkoba

“Sekarang dengan harga gabah yang relatif bagus mengapa mereka belum sejahtera? Karena rata-rata luas sawahnya hanya segitu. Perlu ada intensifikasi agar petani dengan luas lahan pertanian 1.000 meter bisa menghasilkan lebih dari Rp1 juta sebulan,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, setiap tahun Pemprov dengan DPRD Jateng menganggarkan renovasi 17 ribu Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bagi warga miskin. Setiap rumah mendapatkan bantuan biaya renovasi Rp20 juta. Namun menurutnya yang perlu mendapat perbaikan tak hanya tampilan rumah, tapi penghasilan warga.

“Ini menjadi tugas pemerintah. Gubernur, DPRD, agar mereka bisa berpenghasilan cukup. Ini yang sulit. Disamping pemerintah memberi ruang, warga juga harus membuka pikiran agar jangan menyerah. Harus berusaha bagaimana agar tiap hari berpenghasilan. Sebab jika diberi bansos berapapun, tentu akan habis,” paparnya.

Semetara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Endi Faiz Effendi mengatakan, dari sekitar 9,47 persen angka kemiskinan Jawa Tengah, sebagian besar ada di masyarakat pesisir. Mereka yang punya mata pencaharian sebagai nelayan ini bahkan masuk kategori kemiskinan ekstrem. Endi mengungkap ada beberapa faktor penyebabnya. Yaitu dari sisi gaya hidup dan kurangnya sarana prasarana dasar di wilayah pesisir.

Baca juga  Operasi Zebra Candi 2025 di Kebumen, Catat Sasarannya

“Salah satu sebabnya, mereka tak terbiasa saving. Saat masa paceklik jual barang sehingga manajemen keuangannya kurang bagus,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga kurang mampu mendekat ke sumber pendapatan, pendidikannya rendah, biaya operasional nelayan untuk melaut besar, serta kurangnya sara prasarana dasar seperti air terbatas, dan sampah menumpuk.

“Upaya yang kami lakukan dengan membangun kawasan higienis di pesisir. Membangun rumah higienis, dekatkan BBM pada nelayan sehingga biaya operasinal berkurang, serta meningkatkan pendapatan dengan memberikan skill,” paparnya.

TAG:pengentasan kemiskinan
Artikel Sebelumnya Hari wayang nasional Hari Wayang Nasional di Kebumen: Banyak Lomba dan Acara, Catat Tanggalnya
Artikel Selanjutnya img 20251030 wa0002 Perjuangkan Peningkatan Kesejahteraan, Guru Madrasah Purbalingga Mengadu ke Presiden Prabowo  Perjuangkan Peningkatan Kesejahteraan, Guru Madrasah Purbalingga Mengadu ke Presiden Prabowo 
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?