Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Ketua DPRD Jateng: Sejak 2009 Sistem Pemilu di Indonesia Sangat Liberal
Jateng

Ketua DPRD Jateng: Sejak 2009 Sistem Pemilu di Indonesia Sangat Liberal

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 9 Desember 2025 04:34
Djamal SG
Membagikan
Ketua DPRD Jateng
Ketua DPRD Jateng Sumanto bicara soal sistem pemilu di Indonesia. (dok DPRD Jateng)
Membagikan

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengungkapkan, hingga saat ini masih terjadi perdebatan panjang terkait sistem pemilu yang paling ideal di Indonesia. Menurut Sumanto, sejak 2009, Pemilu di Indonesia sudah sangat liberal dan identik dengan politik berbiaya tinggi.

Sumanto mengungkapkan hal tersebut saat menjawab pertanyaan salah satu peserta dalam Talkshow “Optimalisasi Sistem Manajemen Antipenyuapan untuk Mewujudkan Jawa Tengah yang Berintegritas dan Kolaboratif”, di Grhadika Bakti Praja Semarang, belum lama ini. Pernyataan tersebut menyoal tingginya biaya yang Kepala Desa keluarkan saat nyalon Pilkades dan meminta rekomendasi usulan bagi Kades dan politisi yang sedang berjuang dalam kompetisi.

Sumanto mengungkapkan, sistem pemilu bakal menjadi perdebatan panjang karena menyangkut masalah kompetisi. Sementara kompetisi elektoral yang saat ini cukup liberal menjadi permasalahan tersendiri.

“Kalau kompetisi berarti liberal. Peraturan kita sebenarnya liberal, termasuk Pilkada dan Pileg. Ini yang menjadi permasalahan,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan sistem proporsional tertutup dan terbuka juga sempat jadi perdebatan. Sementara dengan sistem proporsional terbuka saat ini, memungkinkan politisi dengan dukungan finansial tinggi lebih berpeluang untuk menang.

Baca juga  Ketua DPRD Jateng Dapat Julukan Baru terkait Wayang

“Padahal dalam UUD 1945 dan Pancasila itu dipilih secara demokratis. Perdebatannya mulai tahun 2009 sudah pure liberal UU kita tentang Pilkada, Pileg, Pilpres. Sehingga, ini akan terjadi perdebatan antara transparansi, jangan pilih kucing dalam karung dan biaya yang besar tadi,” papar Ketua DPRD Jateng tersebut.

Ketua DPRD Jateng Singgung Pilkades

Sementara terkait Pilkades, menurut Sumanto, yang terjadi lebih kepada kultur masyarakat. Terlebih sistem yang ada sekarang menerapkan Pilkades melalui coblosan secara langsung oleh masyarakat.

“Kalau Kades sebenarnya sudah kultur. Zaman dulu Pilihan Kades, nenek saya yang bilang, warga suruh antre. Ini calonnya, pendukungnya siapa berdiri di belakangnya, yang paling banyak yang menang. Kalau sekarang kan Pilkades pilihan langsung,” ungkap Ketua DPRD Jateng tersebut.

Sumanto menegaskan, para calon dan politisi daerah hanya menjadi pelaku dalam sistem tersebut karena penentu kebijakan ada di pusat. Ia berharap Pancasila dan UUD 1945 menjadi rujukan dalam penerapan sistem Pemilu sehingga tidak terjadi praktik politik berbiaya mahal.

Baca juga  Alih Fungsi Lahan Pertanian di Jateng Ancam Ketahanan Pangan

“Kalau biayanya mahal, kami juga yang susah sekarang. DPRD, Gubernur, Wakil Gubernur ini kan outsourcing, 5 tahunan dan biayanya mahal. Sempat ada wacana kepala daerah dipilih DPRD, susah juga. Maka perlu penyempurnaan ke depan mencari yang paling cocok diterapkan,” ujar Ketua DPRD Jateng yang kader PDI Perjuangan tersebut.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:ketua DPRD JatengSistem pemilu
Artikel Sebelumnya Sumanto Sumanto Nilai Tak Mudah Pimpin KNPI karena Anggotanya Semua Berpartai
Artikel Selanjutnya Longsor Ada Potensi Longsor Susulan di Giritirto Kebumen
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?