Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Upaya Pelestarian Wayang Kulit Jangan Hanya Slogan
Jateng

Upaya Pelestarian Wayang Kulit Jangan Hanya Slogan

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 4 Desember 2025 04:39
Djamal SG
Membagikan
Wayang kulit
Ketua DPRD Jateng Sumanto memberi sambutan sebelum pagelaran wayang kulit dimulai. (dokpri)
Membagikan

Regenerasi dalang adalah hal strategis yang terus diupayakan untuk menjaga keberlangsungan kesenian wayang kulit. Upaya tersebut dinilai penting mengingat minat generasi muda terhadap seni tradisi mulai bersaing dengan budaya populer dari luar negeri.

Contents
  • Wayang Kulit dengan Dalang Cilik
  • Inovasi
  • Rutin Nanggap Wayang

Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menghadiri Pagelaran Seni Tradisional Wayang Kulit dengan Lakon Gatotkaca Winisuda di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Pentas tersebut menampilkan Dalang Ki Canggih Tri Atmojo, Dalang Cilik Gibran Maheswara, dan Bintang Tamu Uncek.

Sumanto mendorong pemerintah daerah dan para pelaku kesenian membuka sanggar-sanggar seni dengan kelas khusus pedalangan untuk anak-anak dan remaja. Tidak hanya mengajarkan teknik memainkan wayang, kelas ini juga mengajarkan filosofi pewayangan, tata panggung, serta teknik vokal. Dengan cara tersebut, ia berharap dalang-dalang baru terus bermunculan agar kesenian wayang tetap lestari.

Wayang Kulit dengan Dalang Cilik

Sumanto mengapresiasi Pagelaran Wayang Kulit tersebut yang menampilkan dalang cilik. Menurutnya cara tersebut membuka kesempatan dalang cilik tampil satu panggung dengan dalang senior untuk menambah pengalaman.

Baca juga  Membanggakan, Putri Wagub Jateng Raih Medali Perak di Kompetisi Coding Greenmech Programmer 2026

“Saya senang ada dalang cilik yang ikut tampil yang nantinya bisa menjadi penerus dalang-dalang senior. Kalau tidak begitu, bisa-bisa 10 tahun lagi wayang kulit akan punah,” katanya.

Ia juga berharap pentas bisa menarik minat generasi muda. Sebab dengan kemajuan zaman, banyak anak muda lebih tertarik dengan tayangan budaya pop seperti drakor yang berasal dari luar negeri. Karena itu, pemerintah dan pelaku seni memiliki tugas berat untuk nguri-uri kesenian tradisional. Terlebih, wayang kulit yang merupakan kesenian warisan nenek moyang berisi tontonan sekaligus tuntunan.

“Sekarang ini minat masyarakat terhadap kesenian tradisional seperti wayang sudah luntur. Kita abai terhadap budaya. Padahal dulu kita pas kecil kita rela berangkat naik sepeda dan nonton wayang semalam suntuk,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Saat ini, lanjutnya, hanya sebagian masyarakat, terutama di desa-desa yang masih antusias menonton wayang kulit. Meski penyelenggara pentas terkadang harus menarik minat masyarakat tersebut dengan iming-iming hadiah atau doorprize.

Inovasi

Sumanto menambahkan, sejumlah inovasi juga perlu dilakukan demi menarik minat publik yang lebih luas. Contohnya, sejumlah dalang mengadaptasi kisah-kisah kontemporer ke panggung wayang tanpa meninggalkan pakem utama. Pertunjukan wayang juga dibuat berdurasi pendek dan disiarkan melalui media sosial. Berbagai pendekatan tersebut cukup efektif untuk menjembatani tradisi dan teknologi.

Baca juga  Polisi di Cilacap Larang Odong-Odong Melintasi Jalan Raya, Ini Bahayanya

“Harus ada kepedulian dari kita untuk melestarikan wayang kulit. Termasuk anak-anak diajak nonton wayang. Kalau tidak begitu, pelestarian wayang kulit hanya menjadi slogan,” tandasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Eni Candrawati mengapresiasi langkah Sumanto yang memberikan aspirasi pentas wayang kulit tersebut. Hal tersebut menjadi bentuk nyata nguri-uri kesenian tradisional.

“Saya mengajak masyarakat menonton sampe selesai serta mendapat doorprize mesin cuci dan sepeda,” katanya.

Rutin Nanggap Wayang

Sementara itu, Kepala Desa Jati, Hariyanto juga mendorong pembentukan sanggar seni di wilayahnya. Sebab, dengan adanya sanggar seni tersebut, Ketua DPRD Jateng Sumanto sudah berkomitmen untuk nanggap wayang kulit secara rutin.

“Pak Haji Sumanto ini sudah dua tahun ini nanggap wayang setiap bulan di kediaman beliau. Ini menjadi bentuk nguri-uri budaya putra asli Karanganyar. Atas nama Pemerintah Desa Jati saya ucapkan terima kasih,” katanya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

TAG:regenerasisumantowayang kulit
Artikel Sebelumnya Persibangga Gelar Ujicoba Persibangga Gelar Ujicoba Hadapi Persikama, Catat Jadwalnya
Artikel Selanjutnya pohon tumbang Pohon Tumbang Timpa Rumah Imbas Angin Kencang di Adimulyo
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?