Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Penurunan Angka Stunting Diminta jadi Prioritas di Jawa Tengah
Jateng

Penurunan Angka Stunting Diminta jadi Prioritas di Jawa Tengah

Earlena
Terakhir diperbarui: 20 Mei 2025 17:17
Earlena
Membagikan
IMG 20250520 WA0005 Penurunan Angka Stunting Diminta jadi Prioritas di Jawa Tengah
Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Ist)
Membagikan
IMG 20250520 WA0005 Penurunan Angka Stunting Diminta jadi Prioritas di Jawa Tengah
Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Ist)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Pemerintah diminta terus bahu membahu menurunkan angka stunting di Jawa Tengah. Pasalnya, persoalan stunting ini terkait dengan kesehatan ibu dan anak serta kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto mengatakan stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

“Kita beberapa kali ikut mensosialisasikan upaya mengurangi angka stunting di masyarakat dengan menggandeng Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang memiliki program Bangga Kencana,” katanya, Selasa (20/5/2025).

Menurutnya, stunting juga berkaitan dengan persoalan kemiskinan yang masih terjadi pada sebagian masyarakat Jateng. Ada beberapa indikator kemiskinan yang menjadi parameter.

Yakni tidak memiliki jamban, tidak memiliki sumber air minum, tidak memiliki sambungan listrik, rumah kategori tidak layak huni, individu yang berisiko stunting, dan anak yang tidak sekolah usia 7 hingga 18 tahun.

Ia menyebut ada sejumlah faktor utama penyebab stunting yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Beberapa di antaranya yaitu ibu hamil kekurangan asupan gizi, pola makan tidak seimbang, dan perawatan tak memadai setelah melahirkan.

Baca juga  Fun Yoga for Charity di Purbalingga, Donasi Disalurkan Jadi Sepatu

“Masih banyak orang tua yang salah kaprah. Mereka mengira anak pendek karena faktor genetik, padahal genetik hanya menyumbang sebagian kecil. Yang utama adalah kecukupan gizi dalam jangka panjang,” ujarnya..

Ia juga menambahkan, anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami ciri-ciri stunting secara medis, seperti pertumbuhan yang melambat, penurunan berat badan drastis, dan gangguan perkembangan.

Ketua DPRD Jateng itu mendesak agar pemerintah desa, kader kesehatan, dan pihak sekolah turut aktif melakukan edukasi gizi dan pola asuh yang tepat kepada masyarakat.

“Kita harus bergerak bersama. Mulai dari lingkungan keluarga, tenaga kesehatan, hingga lembaga pendidikan harus berperan untuk mencegah stunting sejak dini,” tuturnya.

Ia pun berharap semua pihak semakin sadar akan pentingnya peran gizi seimbang, sanitasi layak, dan layanan kesehatan yang merata sebagai kunci utama untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

TAG:berita terkinistuntingsumanto
Artikel Sebelumnya IMG 20250520 WA0004 Ketua DPRD Jateng Dorong Perbankan Salurkan KUR Bunga Rendah untuk UMKM Ketua DPRD Jateng Dorong Perbankan Salurkan KUR Bunga Rendah untuk UMKM
Artikel Selanjutnya IMG 20250520 WA0006 Irdam IV Diponegoro Brigjen Bayu Tirtiyanto Tinjau Progres Pengerjaan Jalan Rabat Beton Irdam IV Diponegoro Brigjen Bayu Tirtiyanto Tinjau Progres Pengerjaan Jalan Rabat Beton
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?