PELAKSANAAN Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov XVII) Jawa Tengah tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di kawasan Semarang Raya.
Wilayah penyelenggaraan meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Grobogan, dan Demak, dengan sebagian cabang olahraga juga digelar di Blora. Ajang empat tahunan ini akan mempertandingkan 59 cabang olahraga dengan total 830 nomor pertandingan, serta melibatkan sedikitnya 10.528 atlet dan pelatih.
Wagub: Kolaborasi Jadi Kunci Sukses Porprov XVII
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan Porprov.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Panitia Besar Porprov XVII di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan Porprov tahun ini memiliki tantangan tersendiri, terutama di tengah berbagai keterbatasan. Namun demikian, semangat untuk menyukseskan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu tetap tinggi.
“Porprov ini sangat istimewa. Di tengah berbagai tantangan, kita harus tetap punya semangat agar pelaksanaannya benar-benar sukses,” ujarnya.
Sebagai Ketua Umum Panitia Besar, ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, hingga dunia usaha harus terus diperkuat.
Dorong Pembinaan Atlet dan Jaminan Masa Depan
Selain fokus pada kelancaran penyelenggaraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pembinaan atlet.
Taj Yasin menilai Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
“Para atlet ini adalah aset daerah. Kita ingin mereka tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jaminan masa depan yang baik,” katanya.
Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan koordinasi dengan kabupaten/kota guna membuka peluang dukungan lanjutan bagi atlet berprestasi.
Pendanaan Terbuka untuk Partisipasi Berbagai Pihak
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa pembiayaan Porprov bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
Menurutnya, skema tersebut membuka peluang partisipasi luas dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
“Ini menjadi kesempatan bagi dunia usaha untuk ikut berkontribusi sekaligus memanfaatkan momentum sebagai ajang promosi,” jelasnya.
Ia juga mendorong pembentukan tim teknis lintas instansi guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Target Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi
Dengan skala besar dan keterlibatan ribuan atlet, Porprov XVII Jateng diharapkan tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga melahirkan atlet-atlet unggulan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, ajang ini dapat menjadi momentum kebangkitan prestasi olahraga daerah sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



