Wisuda ke-50 Unsiq Wonosobo, 867 Lulusan Siap Mengabdi dan Bawa Nilai Alquran ke Dunia Kerja

Syarif TM
Unsiq Jateng Wonosobo wisuda 867 lulusan pada Wisuda ke-50 di Auditorium Poedjoharjo. Rektor pesan lulusan jadi pribadi multitasking dan membawa nilai Alquran dalam dunia kerja. (dok. Unsiq)

UNIVERSITAS Sains Alquran (Unsiq) Wonosobo kembali menyetak ratusan lulusan baru. Pada Wisuda ke-50, ada 867 mahasiswa yang resmi diwisuda digelar di Auditorium Poedjoharjo Kampus II Unsiq, Andongsili, Mojotengah, Kamis (12/2/2026).

Prosesi berlangsung khidmat sekaligus membanggakan. Selain menandai capaian akademik, momen ini juga menjadi titik awal pengabdian lulusan Unsiq di tengah masyarakat.

Rektor: Lulusan Unsiq Wonosobo Harus Multitalenta dan Tak Henti Berbuat Kebajikan

Rektor Unsiq Jateng, Dr. H. Z. Sukawi, MA berpesan agar para lulusan tidak berhenti pada satu capaian kebaikan saja, tetapi terus bekerja keras untuk kebajikan berikutnya.

“Selalu berusahalah tiada henti untuk berbuat baik bagi diri, orang tua maupun masyarakat sekitar. Saat ini, seseorang juga tidak perlu hanya memfokuskan pada satu pekerjaan. Tapi perlu banyak keahlian atau keterampilan. Multi talenta dan multi tasking,” ujarnya.

Baca juga  KAI Daop 5 Purwokerto Cek Jalur Karangsari–Legok, Pastikan Keamanan dan Kelancaran Kereta Api

Ia juga menekankan pentingnya orientasi dunia dan akhirat dalam setiap tugas yang dijalankan. Menurutnya, setiap pengemban ilmu harus bekerja dengan penuh semangat, keikhlasan, dan menjadikan Tuhan sebagai tujuan akhir dari setiap ikhtiar.

Delapan Lulusan Terbaik Akademik dan Enam Hafidz 30 Juz

Dari total 867 wisudawan, delapan mahasiswa dinyatakan lulus terbaik akademik dan enam lainnya meraih predikat terbaik tahfidz dengan hafalan 30 juz Alquran.

Para lulusan berasal dari berbagai fakultas, yakni:

  • Pascasarjana (S2): 72 lulusan
  • Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK): 89
  • Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik (FKSP): 174
  • Fakultas Syariah dan Hukum (FSH): 135
  • Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES): 47
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB): 281
  • Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (Fastikom): 79
  • Fakultas Bahasa dan Sastra (PBS): 2

Auditorium Baru Berkapasitas 4.000 Orang, Disiapkan untuk Event Nasional

Ketua Yayasan Ilmu-Ilmu Alquran (YPIIQ) Jateng, H. Heru Irianto, SE, MSi menyampaikan bahwa wisuda kali ini digelar di Auditorium Poedjoharjo Kampus II yang masih dalam tahap penyempurnaan pembangunan.

Baca juga  Dapur Rumah Warga Karanggayam Kebumen Terbakar

Gedung senilai lebih dari Rp30 miliar tersebut memiliki kapasitas hingga 4.000 orang dan disebut berpotensi menjadi salah satu auditorium kampus terbesar di Jawa Tengah.

“Selain untuk wisuda, gedung ini nantinya juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum maupun untuk event besar tingkat nasional,” katanya.

Empat Prodi Baru Disiapkan, Termasuk Kedokteran dan Digital Marketing

Unsiq juga tengah mempersiapkan pembukaan empat program studi baru, yakni:

  • S2 Hukum
  • S2 Ekonomi
  • S1 Kedokteran Umum
  • S1 Digital Marketing

Tiga program telah lolos di Kemenristekdikti, sementara program Kedokteran Umum masih dalam proses. Ditargetkan, keempat prodi tersebut mulai menerima mahasiswa baru pada 2027.

Lulusan Unsiq Diminta Hadirkan Solusi Berbasis Nilai Alquran

Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Nizar, MAg, menyebut wisuda merupakan hari bersejarah yang layak dibanggakan. Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.

“Gelar sarjana bukan sekadar tanda kelulusan, melainkan amanah untuk menjaga kemuliaan ilmu dan mengamalkannya di tengah masyarakat,” katanya.

Baca juga  Sumanto Mengajak Generasi Muda Buat Konten Kreatif Berbasis Budaya

Menurutnya, di tengah era disrupsi dan tantangan global, masyarakat membutuhkan cendekiawan muslim yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan teknologi, tetapi juga mampu menjadikan Alquran sebagai solusi bagi persoalan umat dan bangsa.

Ia berpesan agar lulusan Unsiq menjaga integritas, terus belajar, dan menjadikan nilai Alquran sebagai cahaya dalam setiap langkah pengabdian.

“Janganlah gelar dan nilai Alquran hanya menjadi hiasan. Jadikan ia cahaya yang membimbing etos kerja, integritas, inovasi, dan kontribusi nyata di masyarakat,” katanya.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!