Kisah Haru Lansia di Purbalingga, Bertahan di Gubuk Pinggir Sungai Demi Jaga Pesan Terakhir Ibunya

Heri C
Kapolsek Karanganyar Purbalingga beserta jajaran saat merayu Basirun agar mau pindah dari tempat semua di gubuk pinggir sungai, Senin (20/4/2026). (Foto: Humas Polres Purbalingga)

Di usia yang telah menginjak 80 tahun, Basirun menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah gubuk sederhana di bantaran Sungai Wotan, Desa Condong, Kecamatan Kertanegara. Di tengah kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan dan ancaman bencana, ia tetap bertahan bukan tanpa alasan, melainkan demi menepati pesan terakhir sang ibu.

Basirun yang diketahui tidak memiliki sanak saudara, memilih tinggal di lokasi tersebut sebagai bentuk kesetiaannya menjaga amanat keluarga. Gubuk kecil di tepi sungai itu bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi simbol kenangan dan janji yang ia pegang teguh hingga kini.

Kondisi tersebut mengundang kepedulian aparat dan instansi terkait. Pada Senin (20/4/2026), jajaran Polsek Karanganyar bersama Forkopimcam Kertanegara, Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga, Puskesmas Kertanegara, serta Pemerintah Desa Condong mendatangi lokasi untuk melihat langsung keadaan Basirun.

Kapolsek Karanganyar AKP Edi Rasio, Rabu (22/4/2026), menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengajak Basirun pindah ke tempat yang lebih aman. Mengingat lokasi gubuk berada di bantaran sungai yang berisiko tinggi terhadap bencana, relokasi ke panti sosial pun ditawarkan. Namun, ajakan tersebut ditolak dengan halus. Basirun tetap memilih tinggal di tempat itu, berpegang pada amanat ibunya agar menjaga lokasi tersebut.

Baca juga  Buntut Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Satu Orang Meninggal Dunia

“Kami memahami alasan yang bersangkutan. Karena itu, kami berupaya mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan keinginannya,” ujar AKP Edi.

Sebagai langkah lanjutan, aparat bersama instansi terkait berencana membangun hunian yang lebih layak di lokasi yang sama, dengan konstruksi yang lebih aman dan sesuai standar. Upaya ini diharapkan dapat memberikan perlindungan tanpa memisahkan Basirun dari tempat yang memiliki nilai emosional baginya.

Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan dalam kunjungan tersebut. Tim medis dari Puskesmas Kertanegara turut memeriksa kondisi kesehatan Basirun dan memberikan vitamin untuk menjaga kesehatannya.

Di balik keterbatasan yang dijalani, kisah Basirun menjadi potret keteguhan hati seorang lansia dalam memegang janji. Sebuah kisah sederhana yang menyentuh, tentang kesetiaan, kenangan, dan makna rumah yang tak selalu dapat digantikan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!