Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Purbalingga > Wabup Dimas Dorong Edukasi & Legalitas Produk Jamu
Purbalingga

Wabup Dimas Dorong Edukasi & Legalitas Produk Jamu

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 26 Juni 2025 18:56
Nestya Zahra
Membagikan
img 20250626 wa0017 Wabup Dimas Dorong Edukasi & Legalitas Produk Jamu
Wabup Dimas saat ikut menandatangani komitmen bersama terkait Sinergitas Pentahelix 2025 dengan tema ‘Meracik Masa Depan Ekonomi Indonesia dengan Jamu Sebagai Warisan dan Peluang Ekonomi'. (Dok Humas Purbaliingga)
Membagikan
img 20250626 wa0017 Wabup Dimas Dorong Edukasi & Legalitas Produk Jamu
Wabup Dimas saat ikut menandatangani komitmen bersama terkait Sinergitas Pentahelix 2025 dengan tema ‘Meracik Masa Depan Ekonomi Indonesia dengan Jamu Sebagai Warisan dan Peluang Ekonomi’. (Dok Humas Purbalingga)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Sinergitas Pentahelix 2025 dengan tema ‘Meracik Masa Depan Ekonomi Indonesia dengan Jamu Sebagai Warisan dan Peluang Ekonomi’ mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media. Kegiatan yang digagas Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) ini juga meramu kolaborasi lintas sektor.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menegaskan pentingnya edukasi dan legalitas dalam penjualan produk jamu, terutama di era digital saat ini. Ia mengingatkan, banyak pelaku usaha muda yang hanya berperan sebagai digital marketer tanpa memahami legalitas produk yang dijual, sehingga rentan berhadapan dengan persoalan hukum.

“Ternyata di produk itu belum ada BPOM-nya, sertifikasi, dan sebagainya, akhirnya berurusan dengan dinas terkait atau aparat penegak hukum. Ini malah jadi buah simalakama,” katanya.

Ia juga menyoroti praktik overklaim khasiat yang dapat menyesatkan konsumen dan merusak kepercayaan terhadap jamu. “Overklaim atau hiperbola jadi temuan, hingga seolah-olah dokter-dokter tidak laku lagi,” ujarnya.

Wabup turut mengingatkan bahwa ekosistem usaha jamu bisa rusak jika pelakunya saling menjatuhkan. Kadang karena saking banyaknya pelaku usaha, sampai saling makan teman. “Bisnis yang tidak sehat ekosistemnya tidak akan bertahan lama,” katanya.

Baca juga  Jalan Desa Hingga Rumah Warga di Purbalingga Juga Direhab Bersama

Dengan kegiatan ini, dia berharap PPJAI mampu menjadi penghubung sekaligus penyaring agar seluruh pelaku jamu bisa tumbuh bersama dalam persaingan yang sehat dan beretika. Ia mengajak para peserta untuk menyaksikan secara seksama jalannya dialog karena yang hadir merupakan pelaku jamu yang telah meniti usaha dari mikro, kecil, hingga menjadi besar.

Ketua Panitia Azif Yunan Hashinudin menjelaskan bahwa kegiatan Sinergitas Pentahelix ini merupakan agenda tahunan PPJAI. “Organisasi PPJAI ini semangat mengedepankan jamu dalam kemasan wadah lebih baik, profesional, dan modern, yang mampu mewarnai dunia kesehatan Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 20 perusahaan jamu ini juga berkaitan dengan registrasi dan fasilitasi izin edar BPOM, termasuk di dalamnya ada dialog interaktif yang membahas potensi jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Umum PPJAI, Mukit Hendrayatno, menyampaikan bahwa berkat digital marketing, produk jamu perlahan menembus pasar nasional. “Sebanyak 3.000 lapangan kerja terserap dari sektor jamu, dan jika ditambah petani, peternak, dan tenaga pemasaran, mungkin lebih dari 15.000 orang terserap,” katanya.

Baca juga  Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Ikut Keliling Kota Bareng BMTC

Ia menyebutkan, 90% bahan baku jamu masih berasal dari lokal. Ia menggagas industri jamu dengan pemasaran berbasis teknologi seperti AI dan sosial media. “Menggabungkan antara tradisi dan pembaruan. Warisan leluhur kita kemas menjadi bisnis modern,” katanya.

Mukit juga menekankan bahwa PPJAI tidak mengakomodasi penggunaan bahan kimia obat (BKO). “Selain membahayakan masyarakat, model bisnis ini tidak sustainable, maka kami terus memerangi BKO,” tegasnya. Ia menyebut kontribusi sektor jamu terhadap pajak nasional mencapai Rp 100 miliar per tahun.

Anggota Komisi IX DPR RI, Tetty Rohatiningsih, mengimbau pelaku usaha jamu untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal. “Akomodir petani kecil agar ekonomi berjalan, dan tak ada lagi hasil panen yang tak laku,” katanya.

Kepala BPOM Banyumas, Gidion, menyatakan komitmen BPOM dalam mengawasi jamu yang beredar agar memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu. Ia berharap media turut berperan dalam mengedukasi masyarakat untuk memilih produk jamu yang aman dan legal.

TAG:berita purbalingga terkinipentahelix 2025
Artikel Sebelumnya img 20250626 wa0016 Ini Desa di Purbalingga Tercepat Lunas PBB P2 dan Dapat Hadiah Motor Ini Desa di Purbalingga Tercepat Lunas PBB P2 dan Dapat Hadiah Motor
Artikel Selanjutnya img 20250626 wa0019 Tak Main-main Dengan Target, Pengurus KONI Pantau Langsung Perkembangan Atlet Pelatkab Tak Main-main Dengan Target, Pengurus KONI Pantau Langsung Perkembangan Atlet Pelatkab
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Evaluasi Kader JKN
BanjarnegaraKebumenPurbalingga

Kader JKN Disiapkan Lebih Profesional, BPJS Kesehatan Kebumen Gelar Evaluasi

Oleh Syarif TM
Kapolres Purbalingga
BeritaPurbalingga

Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum, Polwan Pertama Pimpin Korps Kepolisian Purbalingga

Oleh Budi Pekerti
Remaja
Purbalingga

Remaja Di Purbalingga Ditemukan Meninggal Dunia di Kandang Ayam

Oleh Budi Pekerti
Patanjala
Purbalingga

Patanjala Tanam Pohon dan Gelar Ritual di Desa Talagening

Oleh Budi Pekerti
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?