Di tengah musibah besar di beberapa wilayah di Sumatera, muncul kabar terkait tambang di wilayah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Beberapa akun media sosial mengabarkan terkait tambang di area hutan Gunung Slamet yang berpotensi mengkhawatirkan.
Diketahui, terjadi musibah skala besar di beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Musibah itu adalah banjir dan longsor. Salah satu yang jadi sorotan adalah bahwa banjir itu membawa banyak gelondongan kayu.
Dugaan yang kuat adalah adanya aktivitas penebangan kayu yang berimbas pada banjir. Nah, di tengah isu lingkungan yang mengemuka tersebut, ramai pembahasan di media sosial terkait penambangan di wilayah hutan Gunung Slamet. Diketahui, Gunung Slamet adalah gunung yang dikeliling wilayah Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Pemalang, Brebes, Kabupaten Tegal.
Aktivitas tambang tersebut dikhawatirkan akan memunculkan masalah di kemudian hari seperti banjir yang mengerikan. Akun Instagram storyrakyat adalah salah satu yang menginformasikan terkait penambangan di hutan tersebut, khususnya yang masuk wilayah Kabupaten Banyumas.
Sementara ketika melihat via Google Earth, terlihat bagaimana ada gambar terkait aktivitas penambangan. Bahkan, ketika Anda mengetik “tambang perusak alam Gunung Slamet” di googe earth, maka akan ditujukan ke wilayah penambangan di area hutan gunung tersebut.
Dari google earth juga diketahui titik dari tambang perusak alam tersebut yakni pada koordinat 7°17’12” lintang selatan dan 109°09’24” bujur timur. Ketinggian aktivitas penambangan itu adalah di 1,837 meter di atas permukaan laut. Belum ada respons terkait hal ini dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Mengingat Kisah di Lereng Gunung Slamet
Salah satu hal yang masih terngiang pada delapan tahun lalu adalah adanya pencemaran air di daerah bawah Gunung Slamet, tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Pencemaran Sungai Prukut kala itu dikaitkan dengan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi. Proyek yang sempat menarik perhatian tersebut, pada akhirnya tidak diketahui lanjutannya dan berhenti hingga saat ini.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.






