Bupati Tapanuli Tengah yakni Masinton Pasaribu menceritakan bagaima rombongannya terjebak longsor di malam hari. Politisi PDI Perjuangan itu menceritakan dalam unggahan di Instagramnya.
Dia menceritakan bahwa pada Selasa malam (25/11/2025) rombongan dari pemerintah kabupaten melintas menuju Tapanuli Tengah. Namun rombongan terjebak longsor di jalan raya Tarutung-Sibolga akses menuju daerah Tapanuli Tengah.
“Empat mobil dinas kami bisa berputar balik arah dan satu mobil dinas yang digunakan Wakil Bupati terperosok dan tidak bisa bergerak dengan terpaksa kami tinggalkan,” tulisnya di Instagram.
Dia mengatakan, rombongan Bupati selamat dan satu mobil dinas tertimbun longsor. Dia mengatakan bahwa musibah longsor, banjir, dan banjir bandang yang mendera wilayahnya melumpuhkan perekonomian dan aktivitas masyarakat. Beberapa akses terputus karena adanya longsor.
Musibah Tapanuli Tengah Terparah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau dampak banjir dan longsor melalui udara, Jumat (28/11/2025) siang. Dengan menumpang pesawat carravan dari Bandara Silangit menuju Bandara Ferdinan Lumbang Tobing di Sibolga lalu dilanjutkan dengan menumpang helikopter ke Tapanuli Tengah, Kepala BNPB meninjau wilayah terdampak banjir dan longsor dari udara.
Kepala BNPB mengatakan memang wilayah terdampak banjir dan longsor terparah di Provinsi Sumatra Utara saat ini adalah Tapanuli Tengah. Akses jalan darat menuju daerah yang berjuluk Negeri Wisata Sejuta Pesona ini terputus akibat material longsor yang menutupi badan jalan. Karena itu pemantauan dilakukan melalui udara.

Kepala BNPB mengatakan bahwa pengungsi ada di GOR yakni ada 1.100 KK yang mengungsi. Kemudian, situasinya adalah tidak ada sinyal sama sekali sehingga memakai komunikasi darurat pakai starlink.
Dari data BNPB sementara memang menyebutkan bahwa korban di Tapanuli Tengah paling banyak di antara daerah lainnya di Pulau Sumatera yang mengalami bencana longsor, banjir, dan banjir bandang beberapa waktu belakangan. Tercatat ada 34 warga yang meninggal dunia dan 33 warga hilang.
Seperti diketahui beberapa titik bencana terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Tiga provinsi itu adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.





