Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Cilacap > Transformasi Hutan Payau Cilacap: Dari Rintisan 1978 Menuju Wisata Lingkungan
CilacapPlesiran

Transformasi Hutan Payau Cilacap: Dari Rintisan 1978 Menuju Wisata Lingkungan

Kurnia
Terakhir diperbarui: 18 Januari 2026 19:31
Kurnia
Membagikan
Hutan payau Cilacap
Wisata Hutan Payau Cilacap yang sudah dirintis sejak tahun 1978. (Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id)
Membagikan

Wisata Hutan Payau Cilacap menjadi salah satu destinasi wisata lingkungan yang semakin menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah.

Contents
  • Sejarah dan Perkembangan Hutan Payau Cilacap
  • Ekosistem, Keanekaragaman Hayati, dan Peran Lingkungan
  • Fasilitas Wisata Lingkungan dan Daya Tarik Pengunjung
  • Konservasi dan Kesadaran Lingkungan

Hutan payau yang kaya akan pepohonan mangrove ini memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya diakui sebagai hutan kota dan dikembangkan sebagai objek wisata penting di Kabupaten Cilacap.

Sejarah dan Perkembangan Hutan Payau Cilacap

Hutan Payau Cilacap pertama kali dirintis pada tahun 1978 sebagai kawasan vegetasi bakau atau mangrove yang ditanam di lahan rawa pesisir.

Penanaman ini merupakan upaya awal untuk melindungi ekosistem pantai dari abrasi serta menjaga keseimbangan lingkungan laut dan daratan sekitar Segara Anakan.

Meski dimulai sejak akhir dekade 1970-an, status Hutan Payau sebagai hutan kota baru ditetapkan melalui keputusan resmi Bupati Cilacap pada tanggal 2 Maret 2009. Penetapan ini tidak hanya memberi status administratif, tetapi juga menandai arah baru pengelolaan kawasan tersebut sebagai ruang terbuka hijau dan destinasi wisata lingkungan.

Baca juga  Berkas Kasus Pembunuhan Balita di Wanareja Cilacap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Ekosistem, Keanekaragaman Hayati, dan Peran Lingkungan

Hutan Payau Cilacap memiliki luas sekitar 10 hektar yang ditumbuhi lebih dari 15.000 pohon mangrove dari berbagai jenis, seperti tancang, api-api, bakau bandul, dan bakau kacangan.

Selain itu, terdapat pula tanaman asosiasi seperti jeruju, waru, dan ketapang yang memperkaya vegetasi kawasan.

Ekosistem payau ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Akar-akar mangrove membantu mengurangi dampak abrasi laut, menjadi penyangga alami bagi komunitas biota laut, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan, udang, dan burung yang bergantung pada vegetasi ini untuk bertahan hidup.

Fasilitas Wisata Lingkungan dan Daya Tarik Pengunjung

Sejak ditetapkan sebagai hutan kota dan area wisata, Hutan Payau Cilacap terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas menarik. Pengunjung dapat menikmati suasana alam dengan menyusuri jalan setapak atau jembatan kayu yang melintasi hamparan mangrove, menawarkan pengalaman berjalan di atas ekosistem payau secara langsung.

Salah satu fasilitas yang populer adalah Jembatan Mesra, jalur kayu sepanjang sekitar 300 meter yang menarik untuk menjadi lokasi santai bersama keluarga atau pasangan, serta menjadi spot fotografi yang instagramable.

Baca juga  Nataru, UBP Adipala Berikan Bantuan Usaha Angkringan untuk Karang Taruna Desa Bunton

Di sepanjang jalur ini juga tersedia gubug-gubug kecil untuk beristirahat sambil menikmati panorama hijau hutan payau.

Area di tepi Segara Anakan memberikan pemandangan panorama laut yang indah, cocok untuk piknik keluarga, kegiatan edukasi lingkungan, hingga acara komunitas. Beberapa bagian hutan juga direncanakan akan dikembangkan dengan fasilitas tambahan seperti kolam pemancingan dan wahana edukasi lainnya untuk menarik lebih banyak pengunjung di masa depan.

Hutan Payau di Cilacap dapat dijangkau dengan mudah dari pusat kota Cilacap melalui jalur darat. Pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk merasakan suasana sejuk dan pencahayaan terbaik untuk foto, serta membawa perlengkapan dasar seperti air minum dan alas kaki nyaman.

Konservasi dan Kesadaran Lingkungan

Wisata Hutan Payau Cilacap tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga berperan sebagai pusat edukasi lingkungan. Banyak pelajar, mahasiswa, dan komunitas lingkungan memanfaatkan kawasan ini sebagai lokasi pembelajaran langsung mengenai ekosistem mangrove dan pentingnya pelestarian alam pesisir.

Pemerintah daerah bersama Perhutani dan organisasi lingkungan lokal terus melakukan rehabilitasi dan pelestarian untuk memperbaiki kondisi mangrove serta menjaga keseimbangan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas manusia.

Baca juga  Dinas Pertanian Cilacap Kejar Percepatan Pembangunan

Upaya tersebut juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar demi keberlanjutan manfaat lingkungan jangka panjang.

Sebagai kawasan yang bertransformasi dari rintisan vegetasi payau sejak 1978 hingga menjadi hutan kota dan destinasi wisata lingkungan, Wisata Hutan Payau membuktikan peran penting perlindungan ekosistem sekaligus potensi pariwisata alam.

Harapannya, dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan masyarakat, hutan ini berpeluang menjadi salah satu tujuan wisata alam unggulan di Jawa Tengah yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:cilacapHutan payau cilacaptempat wisata
Artikel Sebelumnya Purwokerto ke Semarang Pilihan Transportasi Purwokerto ke Semarang Selain Kereta yang Praktis dan Nyaman
Artikel Selanjutnya Rita Supermall Purwokerto Rita Supermall Purwokerto, Pilihan Tepat Habiskan Waktu Akhir Pekan Sebelum Senin Datang
ISRA MIRAJ
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

kuliner legendaris
Cilacap

Brekecek, Kuliner Legendaris Cilacap yang Menyimpan Sejarah dan Cita Rasa Khas Pesisir

Oleh Kurnia
caub baturraden
BanyumasPlesiran

Caub Baturraden, Destinasi Citylight Andalan Warga Purwokerto Saat Malam Hari

Oleh Kurnia
Paspor
Cilacap

Imigrasi Cilacap Gelar Layanan Paspor Simpatik di Akhir Pekan, Sambut HBI ke-76

Oleh Faiz Ardani
Museum Soesilo Soedarman
Cilacap

Museum Soesilo Soedarman: Mengungkap Fakta Menarik dan Jejak Sejarah Tokoh Pertahanan di Cilacap

Oleh Kurnia
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?