Ada kabar gembira buat warga Purwokerto! Kawasan Kebondalem yang sudah puluhan tahun “tidur” bakal segera punya wajah baru. Gedung eks-Metro yang ikonik itu rencananya akan disulap oleh Pemkab Banyumas menjadi kawasan sportainment, tempat nongkrong kekinian yang menggabungkan olahraga dan hiburan.
Kebondalem, Ikon Perdagangan Lama Purwokerto yang Bangkit Kembali
Lampu hijau ini menyala setelah aset tanah seluas 20.637 meter persegi tersebut resmi kembali ke tangan Pemkab pada Maret 2025 lewat penyerahan dari Kejaksaan RI. Ini sekaligus menandai berakhirnya drama sengketa panjang dengan PT Graha Cita Guna (GCG).
“Tahun ini aset tersebut akan dikerjasamakan dengan investor. Untuk waktu tender kami belum bisa memastikan, tetapi rencananya pembangunan dimulai tahun ini,” kata Kepala Bidang Aset Daerah BKAD Banyumas, Adi Prasetyo kepada media.
Sejarah Kebondalem, “Blok M”-nya Purwokerto Era 80-an
Mengenang “Blok M”-nya Purwokerto
Dulu, Kebondalem bukan sembarang tempat. Kawasan ini adalah pusat nadi perdagangan Purwokerto yang melegenda sejak tahun 80-an. Saking hitsnya, tempat ini sempat dijuluki sebagai “Blok M” versi Purwokerto.
Sayangnya, rencana pembangunan supermarket dan taman hiburan di tahap ketiga terhenti di tengah jalan karena sengketa hukum. Alhasil, gedung seluas 3.783 meter persegi itu mangkrak selama hampir 40 tahun.
“Pada 1986 itu rencananya akan dibangun supermarket sekaligus taman hiburan rakyat (THR). Namun kemudian terjadi sengketa, sehingga pembangunannya terhenti dan menjadi mangkrak,” jelas Adi.
Masa Depan Kebondalem Purwokerto di Tangan Investor Swasta
Sudah Ada yang “Naksir”
Kabar baiknya, meski masih dalam tahap kajian, ternyata sudah ada investor swasta yang melirik proyek ini. Nantinya, pengelolaan akan menggunakan sistem tender kerja sama pemanfaatan aset.
“Proses tender tentu membutuhkan waktu, mulai dari pembentukan tim penilaian hingga pengkajian. Namun sudah ada calon investor yang menyampaikan ketertarikan,” kata Adi.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas sudah mulai “turun gunung” untuk mengecek kondisi fisik di lapangan. Kepala DPU Banyumas, Kresnawan, mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan pendataan awal.
“Kami baru melakukan pendataan kondisi fisik. Di lokasi ada sejumlah material seperti besi dan kaca yang sudah tidak layak. Semua sudah kami catat,” ujarnya.
Lalu, apakah gedung lamanya akan dirubuhkan total? Kresnawan menyebutkan bahwa keputusan tersebut masih menunggu arahan dari Bupati serta kesepakatan dengan pemenang tender nanti.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!






