Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Banjir Pekalongan Meluas, Pemkot Tetapkan Tanggap Darurat
Jateng

Banjir Pekalongan Meluas, Pemkot Tetapkan Tanggap Darurat

Santo
Terakhir diperbarui: 19 Januari 2026 18:40
Santo
Membagikan
banjir pekalongan
Lonjakan jumlah pengungsi akibat banjir Pekalongan menjadi salah satu faktor utama dinaikkannya status bencana. (Humas Pemprov Jateng)
Membagikan

Banjir Pekalongan kembali meluas setelah tanggul di sejumlah titik jebol akibat luapan Sungai Bremi sejak Jumat (16/1/2026).

Contents
  • Status Tanggap Darurat Percepat Penanganan Banjir Pekalongan
  • Tanggul Jebol dan Fasilitas Vital Terancam Banjir Pekalongan
  • Pengungsi Capai 2.000 Orang
  • Pemkot Koordinasi Modifikasi Cuaca
  • Puluhan Titik Terdampak, Tirto Terparah

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Pekalongan resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir guna mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyebut penetapan status tanggap darurat banjir Pekalongan menjadi langkah krusial untuk membuka akses penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Sehingga pemerintah daerah memiliki ruang gerak lebih luas dalam penanganan darurat banjir.

“Semalam Saya sudah tetapkan Kota Pekalongan dalam status Tanggap Darurat,” ujar Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, Minggu (18/1/2026).

Status Tanggap Darurat Percepat Penanganan Banjir Pekalongan

Wali kota menegaskan, tanpa peningkatan status tersebut, kemampuan pemerintah daerah dalam merespons banjir Pekalongan sangat terbatas, khususnya dari sisi anggaran dan distribusi bantuan logistik.

Baca juga  Tiga Siswa Banjarnegara Lolos TC Gala Siswa Indonesia 2025

Dalam beberapa hari terakhir, permintaan bantuan akibat banjir Pekalongan datang dari berbagai jalur, mulai dari pesan langsung ke ponsel wali kota, laporan ke Dinas Sosial, hingga permintaan bantuan ke BPBD Kota Pekalongan.

Dengan status tanggap darurat banjir, Pemkot berharap distribusi logistik, layanan pengungsian, serta penanganan darurat lainnya dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan merata.

Status ini juga menjadi dasar hukum untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya daerah dalam menghadapi banjir.

Tanggul Jebol dan Fasilitas Vital Terancam Banjir Pekalongan

Aaf memaparkan kondisi terkini banjir di sejumlah wilayah. Banjir tidak hanya menjebolkan tanggul di wilayah Tirto, tetapi juga merendam sejumlah fasilitas vital yang menunjang pengendalian genangan.

“Bahkan di Tirto ada trafo rumah pompa yang tinggal sekitar 15 sampai 20 sentimeter lagi terendam, dan kami sudah koordinasi dengan PLN,” ungkapnya.

Situasi tersebut membuat upaya pengendalian genangan menjadi sangat terbatas, sementara debit air terus meningkat akibat curah hujan tinggi dan limpasan dari wilayah sekitar.

Pengungsi Capai 2.000 Orang

banjir pekalongan
Saat ini, dapur umum dipusatkan di Kantor Dinas Sosial dengan produksi makanan siap saji yang terus dimaksimalkan. (Humas Pemprov Jateng)

Lonjakan jumlah pengungsi akibat banjir Pekalongan menjadi salah satu faktor utama dinaikkannya status bencana. Warga terdampak terus berdatangan ke titik-titik pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Baca juga  Basarnas Lanjutkan Pencarian Pendaki Tektok Hilang di Gunung Slamet

“Yang tercatat sekarang sekitar 2.000 orang, tapi ini masih terus bertambah,” katanya.

Saat ini, dapur umum dipusatkan di Kantor Dinas Sosial dengan produksi makanan siap saji yang terus dimaksimalkan.

Selain itu, Kodim juga membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir.

Pemkot Koordinasi Modifikasi Cuaca

Pemkot Pekalongan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait rencana modifikasi cuaca untuk menurunkan intensitas hujan yang memperparah banjir Pekalongan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan, sehingga kondisi banjir Pekalongan tidak semakin memburuk dan proses penanganan darurat berjalan lebih optimal.

Aaf mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir Pekalongan susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta saling membantu dalam menghadapi musibah banjir yang masih berlangsung,” tukasnya.

Puluhan Titik Terdampak, Tirto Terparah

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menyebut sejumlah wilayah terdampak genangan meliputi:

  • Jalan Progo
  • Jalan Kurinci
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Slamet
  • Jalan Cempaka
  • Jalan Truntum
  • Jalan Teratai
  • Jalan Semarang
  • Jalan Surabaya
  • Jalan Abdullah R
  • Jalan Blimbing
  • Jalan Merak
  • Jalan Patriot
  • Jalan Perintis Kemerdekaan
  • Jalan Pramuka
  • Jalan Jlamprang
  • Jalan Ki Mangun Sarkoro
  • Jalan Patiunus
  • wilayah Sampangan
  • Pabean
  • Kalibaros
  • Kampung Baru Tirto
Baca juga  Genderang Kompetisi Liga 4 Jateng Segera Ditabuh, Drawing Bakal Dilaksanakan

“Dari seluruh titik tersebut, Kampung Baru Tirto menjadi wilayah dengan genangan tertinggi yang mencapai sekitar 100 sentimeter,” terangnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang masih berlangsung berpotensi terus memicu banjir Pekalongan. Kondisi ini dipengaruhi kombinasi La Nina lemah, Monsun Asia yang masih aktif, serta fase bulan baru.

Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Pekalongan, yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Februari 2026.

 

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:banjir Pekalongan 2026BPBD Kota Pekalonganpengungsi banjir PekalonganSungai Bremi meluaptanggap darurat banjir Pekalongantanggul jebol Pekalongan
Artikel Sebelumnya Sidang tambang ajibarang banyumas Advokat Terdakwa Kasus Tambang Ajibarang Langsung Lakukan Perlawanan Dakwaan JPU Di Sidang Perdana 
Artikel Selanjutnya Harga kebutuhan pokok jelang ramadhan di pasar cilacap Perbandingan Harga Kebutuhan Pokok di 3 Pasar Cilacap Jelang Ramadan
ISRA MIRAJ
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Sudewo
JatengNasional

Bupati Pati Sudewo: Dulu Didemo Besar-besaran agar Dimakzulkan, Kini Ditangkap KPK

Oleh Djamal SG
Gagal panen akibat terendam banjir
BeritaJateng

Kabar Baik untuk Petani Jateng, Klaim Asuransi Gagal Panen Segera Cair

Oleh Syarif TM
tinjau banjir pekalongan
BeritaJateng

Tinjau Lokasi Banjir Pekalongan, Wagub Minta Prioritaskan Evakuasi Kelompok Rentan

Oleh Syarif TM
KAI Daop 5
BanyumasJateng

Imbas Banjir, KAI Daop 5 Batalkan KA Kamandaka–Purwojaya

Oleh Santo
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?