BENCANA tentu saja meninggalkan duka bagi para korban, kebutuhan makanan menjadi hal yang sangat krusial di tengah bencana. Di balik terpenuhinya kebutuhan makan ribuan warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, terdapat kerja senyap para relawan yang bergerak tanpa lelah.
Sejak air merendam permukiman, berbagai elemen kemanusiaan turun langsung mengelola dapur umum, menghimpun bantuan, hingga memastikan makanan sampai ke tangan pengungsi secara tuntas.
Relawan dari beragam lembaga bahu-membahu, dengan kerja senyap, mereka menyusuri lokasi-lokasi pengungsian, bahkan menjangkau wilayah yang sulit diakses akibat genangan banjir.
Dapur Umum NU Produksi Ribuan Porsi Makanan Setiap Hari
Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Ulil Albab, menyampaikan bahwa dapur umum yang dikelola bersama mampu memproduksi hingga ribuan porsi makanan setiap harinya.
“Dalam sehari bisa mencapai sekitar 2.000 porsi. Kami guyub rukun, dari LPBINU, Lazisnu, hingga lembaga-lembaga lain, bersama-sama menyalurkan bantuan dari masyarakat,” ujar Ulil di Posko NU Peduli Bencana Kota Pekalongan.
Ia menegaskan, dapur umum tersebut akan terus beroperasi hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat kembali beraktivitas normal. Kerja senyap para relawan ini akan terus berlanjut hingga para kebutuhan makanan para korban banjir terpenuhi.
“Selama masih dibutuhkan, dapur ini akan terus berjalan sampai banjir benar-benar surut,” katanya.
Wagub Jateng Apresiasi Kerja Senyap Relawan
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi atas kerja nyata para relawan yang dinilai mampu menjaga koordinasi dengan baik. Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
“Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga distribusi logistik dan makanan tidak dobel-dobel. Ini yang paling utama,” kata Taj Yasin saat meninjau posko pengungsian.
Ia juga mengapresiasi kemampuan kerja senyap relawan menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses kendaraan.
“Ternyata mereka punya jaringan relawan hingga ke daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau. Kemarin tersalurkan 3.000 porsi, hari ini sekitar 2.000 porsi,” katanya.
Bantuan Pemprov Jateng Capai Rp169,7 Juta
Kehadiran dapur umum dan relawan yang terorganisir menjadi penopang utama bagi para pengungsi. Di tengah keterbatasan akibat banjir, solidaritas kolektif memastikan kebutuhan dasar, khususnya konsumsi harian, tetap aman dan terpenuhi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta. Bantuan tersebut meliputi logistik, paket kebutuhan dasar, makanan dan non-permakanan, beras satu ton, serta obat-obatan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban pengungsi selama masa tanggap darurat.
Ribuan KK Terdampak, Ribuan Jiwa Mengungsi
Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, banjir berdampak pada 8.692 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat kecamatan. Sementara jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 2.400 jiwa dan menempati 24 posko pengungsian.
Di tengah situasi tersebut, kerja kolektif para relawan menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tetap hidup dan mampu menjadi penopang utama warga yang terdampak bencana.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



