Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen memberikan informasi terkait gerakan tanah di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Informasi itu dibagikan melalui akun Instagram BPBD Kebumen pada Rabu (19/11/2025 malam).
Melalui gambar yang dibagikan, BPBD Kebumen menjelaskan ada fenomena gerakan tanah pada lahan seluas puluhan hektar di Desa Sampang. Ada aktvitas pergeseran tanah dan potensi tanah longsor di Sampang yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tim BPBD Kebumen turun ke lokasi mengimbau warga tetap siaga. Sebab, puluhan hektar lahan itu terdiri atas lahan pertanian dan permukiman warga. Belakangan hujan memang terus mendera banyak wilayah, khususnya di Jawa Tengah.
Beberapa Tanah Longsor di Kebumen
Hujan lebat berpotensi menimbulkan tanah longsor, khususnya di perbukitan. Fenomena longsor sendiri sudah terjadi di beberapa tempat di Kebumen. Pada 15 November 2025, tebing setinggi 6 meter di di Dukuh Kalapacung, Desa Sidototo, Kecamatan Padureso alami longsor.
Pada awal November 2025, longsor terjadi di Desa Padureso Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen, di Desa Gunungsari Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen, di Desa Tanuharjo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen.
Lalu, pada 30 Oktober 2025, longsor terjadi di Dukuh Karangcengis, Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Lalu, pada 28 Oktober 2025, juga terjadi di Dukuh Londeng Desa Jladri Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Bahkan, musibah ambrolnya tanah di Buayan itu membuat seorang penambang emas meninggal dunia.
Bencana di Daerah Lain
Selain Kebumen, tanah longsor juga terjadi di kabupaten lain. Dua di antara yang jadi pusat perhatian belakangan ini adalah di Majenang dan Pandanarum. Longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap membuat 20 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Penanganan di Majenang tersebut langsung mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan penanganan di Majenang diperpanjang sampai tiga hari.
Sementara tanah longsor di Pandanarum Kabupaten Banjarnegara membuat 937 warga mengungsi. Ada 48 rumah tertimbun. Lalu ada 26 warga yang masih dicari.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.





