Banjir Landa Dua Desa Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Ratusan Warga Mengungsi

Budi Pekerti
Banjir bandang terjadi di dua desa lereng Gunung Slamet Purbalingga. (Foto :Dok warga)

Banjir bandang menerjang dua desa di lereng Gunung Slamet  Kabupaten Purbalingga. Bencana alam tersebut terjadi akibat meluapnya aliran sungai akibat hujan deras yang turun sejak Jumat (23/1/2026). Akibatnya akses jalan tertutup dan puluhan warga mengungsi.

Banjir Melanda Dua Desa

Keterangan yang berhasil dihimpun, Sabtu (24/1/2026) menyebutkan  banjir bandang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja.  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapinindriat dalam laporannya menyampaikan akibat banjir tersebut akses  jalan kabupaten menuju dusun Gunung Malang terisolir tertutup material.

Selain itu akses jalan kabupaten menuju Dusun Bambangan terisolir tertutup material. Beberapa ratusan warga terdampak langsung di Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.

 

Ratusan Warga Mengungsi

 

BPBD Purbalingga menyebutkan pengungsi Desa Kutabawa Dusun Bambangan RT 019 RW 05 sebanyak 14 rumah  21 KK 79 jiwa, RT 017 RW 05 sebanyak 10 KK 31 jiwa. Total warga yang mengungsi sebanyak 31 KK yang terdiri dari 110 jiwa.

Baca juga  Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Ikut Keliling Kota Bareng BMTC

Revon melaporkan BPBD Purbalingga telah melaksanakan monitoring terhadap banjir bandang tersebut.  Warga yang terdampak juga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat ini ada laporan bahwa jembatan Sungai Bambangan putus total. “Hari ini dilakukan pembukaan akses jalan serta pembersihan material bersama tim gabungan,” ungkapnya.

Hujan Deras dan Listrik Padam

Ditambahkan, hujan lebat dan angin kencang serta kondisi listrik padam di Gunung Malang membuat komunikasi terhambat. Pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait terkait aga alat berat didatangkan guna membuka akses jalur. Selain itu juga mengirimkan kebutuhan logistik bagi warga yang mengungsi.