Warga terdampak banjir bandang di lereng Gunung Slamet Purbalingga mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut terjadi akibat sumber air warga tercampur lumpur dan tanah akibat banjir.
Mesin Penjernih Air
Mengetahui hal tersebut, Polres Purbalingga mengirimkan mesin penjernih air sekaligus mendirikan Posko Siaga Bencana di Desa Serang Kecamatan Karangreja. Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Tru Arjo Irianto, Senin (26/1/2026) mengatakan penjernih air mulai sudah mulai beroperasi. “Mobil penjernih air digunakan untuk mengolah air kotor di lokasi bencana menjadi air bersih layak konsumsi. Mobil ini mampu memproduksi air bersih untuk membantu masyarakat terdampak krisis air,” terangnya.
Kabag Ops menambahkan warga juga bisa memanfaatkan air bersih dari mobil penjernih air yang ada di Posko Polres Purbalingga. Air bersih tersebut layak dikonsumsi karena sudah melalui proses di mobil Water Treatment.
Dapur Lapangan
Polres Purbalingga juga menyiapkan dapur lapangan untuk warga terdampak banjir di lokasi yang sama “Kami menyediakan 500 porsi makanan yang akan didistribusikan untuk 350 orang pengungsi dan warga terdampak di Desa Kutabawa serta 150 personel yang bertugas di lokasi bencana,” ungkapnya.
Disampaikan Kabagops bahwa hasil dari koordinasi dengan pemerintah daerah, dapur lapangan Polri akan menyediakan makanan tiga kali dalam sehari. Selanjutnya distribusinya akan dilakukan oleh personel dari Polsek Karangreja. “Setelah makanan siap selanjutnya akan didistribusikan oleh personel dari Polsek Karangreja ke warga terdampak bencana di Desa Kutabawa,” tegasnya.
Polwan Diterjunkan
Sementara itu puluhan polisi wanita (Polwan) dari Polres Purbalingga diterjunkan untuk membantu operasional dapur umum di dua lokasi bencana banjir.Mereka bergabung dengan petugas dapur umum, relawan dan pramuka untuk menyiapkan ribuan porsi makanan bagi warga terdampak bencana, petugas, dan relawan.
Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, mengatakan untuk penanganan bencana alam diterjunkan personel Polwan untuk membantu aktivitas di dapur umum. “Ada 25 polwan yang dibagi menjadi dua tim, yang pertama membantu di dapur umum D’las Serang Kecamatan Karangreja dan di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet,” jelasnya.



