Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Masyarakat Tutup Paksa Lokasi Penambangan Di Desa Baseh
Banyumas

Masyarakat Tutup Paksa Lokasi Penambangan Di Desa Baseh

Besari
Terakhir diperbarui: 4 Januari 2026 13:08
Besari
Membagikan
Masyarakat Tutup Paksa Lokasi Penambangan Di Desa Baseh
Masyarakat Tutup Paksa Lokasi Penambangan Di Desa Baseh
Membagikan

Aksi penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, memasuki babak baru. Akibat keresahan yang telah memuncak, warga setempat bersama koalisi aktivis lingkungan memutuskan untuk menghentikan paksa operasional tambang di wilayah mereka karena dianggap merusak ekosistem.

Gerakan yang dimulai sejak Sabtu (02/01/2025) ini merupakan wujud protes atas ancaman terhadap kelestarian alam dan ketersediaan sumber air bersih. Massa melakukan pendudukan lahan dengan mendirikan tenda-tenda di lokasi serta memasang spanduk tuntutan sebagai barikade agar alat berat tidak dapat beroperasi.

Masyarakat Tutup Paksa Lokasi Penambangan Di Desa Baseh
Sejumlah warga Desa Baseh dan gabungan aktivis lingkungan saat melakukan orasi di sekitar lokasi penambangan Desa Baseh, Sabtu (02/01/2025). (Foto: Besari)

Andi Rustono, selaku koordinator aksi sekaligus Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional, menegaskan bahwa langkah ini adalah hasil dari akumulasi keresahan warga yang sudah tidak terbendung. Menurutnya, aktivitas tambang lebih banyak mendatangkan kerugian lingkungan daripada keuntungan ekonomi bagi penduduk lokal.

“Baseh itu salah satu tambang yang ada di lereng Slamet, masyarakat sudah 4 tahun membiarkan, nah sekarang dengan kesadaran tinggi ingin ada penutupan,” katanya.

Tidak hanya sekadar melakukan blokade, massa juga menunjukkan aksi nyata dalam pemulihan lahan. Pada Minggu pagi, kegiatan berlanjut dengan penanaman 10.000 bibit pohon di area yang terdampak pengerukan. Aksi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan yang sempat hilang.

Baca juga  Angka Kematian Bayi di Banyumas Capai 194 Kasus Hingga November 2025

“Kami tidak hanya ingin menutup tambang, tapi kami ingin memulihkan apa yang sudah dirusak. Sepuluh ribu pohon ini adalah harapan bagi anak cucu kami di Desa Baseh,” ujarnya.

Masyarakat Tutup Paksa Lokasi Penambangan Di Desa Baseh
Sejumlah warga Desa Baseh dan gabungan aktivis lingkungan saat melakukan orasi di sekitar lokasi penambangan Desa Baseh, Sabtu (02/01/2025). (Foto: Besari)

Kerusakan yang ditimbulkan oleh tambang ini dinilai telah merambah berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelestarian lingkungan, hingga potensi pariwisata daerah. Andi menekankan perlunya atensi serius dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, dan ESDM.

“Ada dampak itu harus dipikirkan, oleh dinas pertanian, dinas lingkungan hidup, ESDM, agar bisa mendengarkan tuntutan warga Baseh. Tuntutan ini meluas karena adanya kehawatiran seperti Sumatra dan Aceh,” kata dia.

Penutupan tambang desa baseh banyumas.jpg
Sejumlah warga Desa Baseh dan gabungan aktivis lingkungan saat melakukan orasi di sekitar lokasi penambangan Desa Baseh, Sabtu (02/01/2025). (Foto: Besari)

Warga Desa Baseh berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga izin pertambangan di lereng Gunung Slamet dicabut secara permanen. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan sisa lahan yang terdampak.

“Lereng gunung Slamet di Baseh ini ada puluhan hektar yang terdampak. Kawan kawan aktivis lingkungan berkumpul mengeluarkan pendapat, mengeluarkan unek-unek tentang gn slamet dan lingkungan Baseh. Nah aksi hari ini golnya adalah penutupan. Langkah hukum tetap jalan, bagaimana instansi terkait untuk bisa mengakomodir tuntutan masyarakat,” kata dia.

Baca juga  Pesona Wisata Alam Jenggala Baturraden, 1 Kawasan 5 Curug

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Foto; Sejumlah warga Desa Baseh dan gabungan aktivis lingkungan saat melakukan orasi di sekitar lokasi penambangan Desa Baseh, Sabtu (02/01/2025).

TAG:desa basehlereng gunung slamettambang
Artikel Sebelumnya Amankan Objek wisata Hari Terakhir Libur Nataru, Polres Banjarnegara Intensifkan Pengamanan Objek Wisata
Artikel Selanjutnya Gunung Prau Pendakian ke Gunung Prau Dieng Ditutup 2 Bulan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
villa purwokerto staycation
BanyumasPlesiran

10 Rekomendasi Villa Purwokerto Terjangkau untuk Staycation Lepas Penat

Oleh Kurnia
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?