Sepanjang tahun 2025, layanan transportasi publik Trans Banyumas berhasil menorehkan catatan prestasi yang gemilang dengan total angka keterangkutan mencapai 1.998.967 penumpang.
Lonjakan signifikan Trans Banyumas ini, jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 1,63 juta, menjadi bukti konkret bahwa transformasi budaya bertransportasi masyarakat Banyumas telah bergeser secara masif dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi publik.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap angkutan massal yang dioperasikan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Keberhasilan ini didukung oleh adopsi teknologi pembayaran non-tunai yang semakin matang di kalangan warga. Berdasarkan rincian data statistik, dari total hampir dua juta penumpang tersebut, mayoritas pengguna memilih metode pembayaran Kartu Uang Elektronik (KUE) dengan angka mencapai 1,6 juta transaksi, sementara sisanya sebanyak 386 ribu transaksi dilakukan melalui pemindaian QRIS.
Adapun dalam peta persaingan perbankan yang mendukung layanan ini, Bank Mandiri mendominasi pangsa pasar sebesar 37%, disusul ketat oleh BNI sebesar 34,3%. Sementara itu, kontribusi lainnya datang dari nasabah BRI sebesar 6,1% dan BCA sebesar 5,6%.
Performa Kompetitif di Tingkat Nasional
Pertumbuhan transportasi publik di Kabupaten Banyumas ini tergolong sangat istimewa karena berhasil melampaui performa kota besar lainnya, termasuk Kota Surakarta.
Meskipun tren kenaikan tajam juga terlihat di kota-kota luar Jawa seperti Balikpapan dan Makassar, posisi Banyumas tetap kokoh dan sangat kompetitif di kancah nasional sebagai salah satu percontohan sistem transportasi berkelanjutan yang sukses.
“Capaian hampir dua juta penumpang ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan transportasi publik di Banyumas,” katanya.
Menatap optimisme di tahun 2026, pemerintah daerah telah mematok target ambisius untuk menjangkau 2,2 juta penumpang. Strategi utama untuk mencapai angka tersebut adalah melalui aktivasi Koridor 4 serta pembukaan rute strategis baru yang menghubungkan Terminal Bulupitu menuju kawasan wisata Kota Lama.
Penguatan integrasi layanan antarkoridor serta kemudahan akses pembayaran digital diprediksi akan tetap menjadi kunci utama bagi Trans Banyumas untuk tetap menjadi pilihan utama transportasi harian warga di masa depan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







