Jagat media sosial dihebohkan dengan video penangkapan seorang wanita paruh baya di Pasar Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (5/1/2026). Wanita tersebut diamankan massa setelah diduga nekat bertransaksi menggunakan uang palsu (upal) saat berbelanja di pasar tradisional tersebut.
Detik-detik penangkapan terduga pelaku berlangsung dramatis setelah para pedagang menyadari ada yang janggal dengan uang yang diserahkan pelaku.
Kronologi Kejadian
Aksi wanita tersebut terbongkar saat ia mencoba membayar belanjaan dengan uang pecahan Rp100.000. Seorang pedagang yang merasa curiga langsung meneliti tekstur dan warna uang tersebut. Menurut pedagang, kualitas kertas dan cetakan uang itu sangat berbeda dari uang asli.
”Setelah dilihat lebih dekat, uangnya diduga palsu,” ujar salah satu pedagang di lokasi kejadian.
Sadar dirinya menjadi korban penipuan, pedagang tersebut berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu sontak memancing kerumunan pengunjung dan pedagang lainnya.
Nyaris Diamuk Massa
Beruntung, kemarahan warga berhasil diredam. Terduga pelaku langsung diamankan ke kantor pengelola pasar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum akhirnya dijemput pihak kepolisian.
Kapolsek Purwareja Klampok, AKP Imam Sanyoto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
”Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Terduga pelaku beserta barang bukti langsung kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegas AKP Imam Sanyoto, Selasa (6/1/2026).
Polisi Buru Jaringan Uang Palsu
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif terhadap kasus ini. Polisi tengah menelusuri dari mana pelaku mendapatkan uang palsu tersebut dan apakah ada keterkaitan dengan jaringan peredaran uang palsu yang lebih besar di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya.
Pihak kepolisian juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pedagang di pasar, untuk lebih waspada dan teliti saat menerima uang tunai dari pembeli.
”Gunakan metode dilihat, diraba, dan diterawang agar terhindar dari kerugian akibat peredaran uang palsu,” pungkasnya.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







