Ruas Jalan Bendawuluh di Desa Beji, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, mengalami ambles di bagian tengah badan jalan. Ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan Banjarnegara-Pekalongan via Pasar Gripit Banjarmangu. Kerusakan tersebut tampak membelah aspal dengan retakan memanjang dan penurunan permukaan sekitar 30 sentimeter.
Dari pantauan di lokasi pada Senin (2/3/2026), amblesnya jalan terlihat tepat di jalur utama yang dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Permukaan aspal tampak terbelah dan turun di satu titik, membentuk cekungan yang cukup dalam dan berpotensi membahayakan pengendara.
Kerusakan terjadi di ruas jalan yang berada di jalur menikung dan menurun, sebagaimana terlihat dari rambu peringatan “jalan berkelok” yang terpasang tak jauh dari lokasi. Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko, terutama saat hujan atau pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
Manto, warga setempat mengatakan, untuk mencegah kecelakaan, warga memasang patok bambu sederhana di tengah jalan. Pada ujung patok tersebut diikat kain sebagai penanda agar pengendara bisa melihat titik ambles dari kejauhan. “Tanda darurat itu dipasang secara swadaya agar jadi perhatian bagi penggunajalan,” katanya, Senin (2/3/2026).
Menurut Manto, kerusakan titik jalan tersebut merupakan yang kedua dan selalu terjadi saat cuaca hujan lebat beberapa jam. “Retak pertama beberapa hari sebelumnya sudah ditambal. Ini retak lagi dan lebih dalam,” katanya.
Banyak warga khawatir amblesnya badan jalan akan semakin melebar jika tidak segera ditangani, mengingat struktur tanah di kawasan tersebut berada di area perbukitan.
Seperti diketahui, Jalan Bendawuluh baru saja selesai diperbaiki pada akhir tahun 2025 lalu. Ruas jalan tersebut dikenal menjadi ruas jalan yang sangat rapuh atau selalu saja rusak.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Banjarnegara, M. Arqom Al Fahmi, mengatakan amblesnya jalan diduga dipicu kondisi tanah yang labil. “Tanah di lokasi tersebut memang labil,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPUPR akan segera memasang rambu peringatan resmi agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas di titik ambles tersebut.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




