MENINGKATKNYA tren konsumsi kopi spesialti di Indonesia, tak lepas dari pola konsistensi kualitas Kopi Senggani dari Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, bahkan kopi asal Banjarnegara ini berhasil menorehkan prestasi dengan menembus pasar nasional.
Produk kopi yang berasal dari kawasan pegunungan Dieng ini kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang diminati penikmat kopi dari berbagai daerah.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Di balik popularitas Kopi Senggani, terdapat kolaborasi erat antara petani senior dan generasi muda yang bersama-sama menjaga kualitas kopi sejak proses budidaya hingga pemasaran.
Sekretaris Desa Pegundungan, Imam, mengatakan pengembangan Kopi Senggani menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas generasi mampu mendorong kemajuan ekonomi desa berbasis pertanian.
“Kopi Senggani di Desa Pegundungan dikelola oleh berbagai kelompok usia, mulai dari Gen Z hingga para petani senior atau kalangan boomer. Semua terlibat dalam proses pengelolaan dan pengembangan kopi,” ujarnya.
Petani Muda dan Senior Bersatu Menjaga Kualitas Kopi Senggani
Menurut Imam, meskipun berasal dari generasi yang berbeda, seluruh petani memiliki visi yang sama, yakni menjaga kualitas dan konsistensi produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Untuk mencapai tujuan tersebut, para petani menerapkan standar operasional yang sama pada setiap tahapan produksi. Mulai dari proses budidaya, panen, hingga pengolahan pascapanen dilakukan secara terukur dan disiplin.
Salah satu faktor yang menjadi kunci kualitas, Kopi Senggani adalah penerapan metode petik merah, yakni memanen buah kopi yang benar-benar matang di pohon. Cara ini dipercaya mampu menghasilkan karakter rasa yang lebih optimal dibanding panen campuran.
Gunakan Solar Dryer Dome, Hasilkan Green Bean Berkualitas Tinggi
Setelah dipanen, buah kopi menjalani proses pascapanen yang ketat. Para petani memanfaatkan fasilitas solar dryer dome atau rumah pengering berbahan transparan untuk memastikan proses pengeringan berlangsung lebih stabil dan higienis.
Melalui metode tersebut, kadar air biji kopi dapat diturunkan hingga mencapai sekitar 12 persen, standar ideal untuk menghasilkan green bean berkualitas tinggi.
“Semua proses sudah mengikuti standar yang ditetapkan, mulai dari panen, pengeringan, hingga menjadi green bean berkualitas tinggi. Setelah itu dilakukan proses roasting sesuai standar sehingga menghasilkan cita rasa yang konsisten dan stabil setiap tahun,” kata Imam.
Konsistensi mutu inilah yang membuat Kopi Senggani semakin dikenal di kalangan pecinta kopi spesialti dan mampu mempertahankan kepercayaan pasar.
Miliki 70 Ribu Pohon Kopi di Lahan 40 Hektare
Potensi produksi Kopi Senggani terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi berkualitas. Berdasarkan data tahun 2026, Desa Pegundungan memiliki sekitar 70 ribu batang kopi yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 40 hektare.
Mayoritas tanaman yang dibudidayakan merupakan kopi Arabika dengan sejumlah varietas unggulan yang telah dikenal memiliki karakter rasa khas.
“Varietas yang banyak dibudidayakan di sini antara lain Gayo 3, Sigararutang, dan Lini S. Ketiganya memiliki karakter rasa yang berbeda dan menjadi andalan petani setempat,” katanya.
Keberagaman varietas tersebut menjadi nilai tambah yang membuat Kopi Senggani memiliki pilihan profil rasa yang menarik bagi pasar kopi spesialti.
Dipasarkan ke Jakarta, Bandung, Solo hingga Yogyakarta
Tidak hanya berkembang dari sisi produksi, jaringan pemasaran Kopi Senggani juga semakin luas. Produk kopi asal Pegundungan kini telah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia dan menjadi pilihan sejumlah kedai kopi maupun konsumen individu.
Permintaan tercatat datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Solo, hingga Yogyakarta. Selain memasok kebutuhan coffee shop, Kopi Senggani juga diminati oleh para penikmat kopi yang mencari produk dengan cita rasa khas dataran tinggi.
Meningkatnya permintaan tersebut menjadi bukti bahwa kopi lokal dari desa mampu bersaing dengan produk dari daerah penghasil kopi besar lainnya di Indonesia.
Jadi Ikon Kopi Unggulan Banjarnegara
Keberhasilan Kopi Senggani menembus pasar nasional menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan kolaborasi dapat menciptakan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat desa.
Dengan dukungan generasi muda, pengalaman petani senior, serta penerapan standar produksi yang konsisten, Kopi Senggani kini tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Pegundungan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu ikon kopi unggulan Kabupaten Banjarnegara.
Di tengah persaingan industri kopi yang semakin ketat, Kopi Senggani membuktikan bahwa produk lokal dari lereng pegunungan mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



