Memasuki bulan suci Ramadan, suasana di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, Purwokerto, bertransformasi menjadi pusat aktivitas warga.
Tepat di area depan SMA Negeri 2 Purwokerto hingga Masjid Besar Jenderal Soedirman, deretan tenda dan gerobak kuliner kini memenuhi bahu jalan dalam gelaran Pasar Ramadan SMA Negeri 2 Purwokerto yang meriah.
Fenomena tahunan ini tidak sekadar menjadi destinasi berburu takjil bagi masyarakat lokal, tetapi Pasar Ramadan juga menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM, pedagang musiman, serta ajang implementasi praktik kewirausahaan bagi para siswa sekolah setempat.
Pasar Ramadan, Magnet Kuliner di Jantung Kota Purwokerto
Sejak sore hari, arus lalu lintas di sekitar SMA Negeri 2 Purwokerto terpantau mulai mengalami kepadatan. Aroma khas gorengan, martabak, dan manisnya sajian es buah memenuhi udara, menarik perhatian para pengendara yang melintas untuk berhenti sejenak.
Pasar Ramadan ini menawarkan beragam pilihan menu dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, variasi kuliner yang tersedia sangat melimpah. Pengunjung dapat menemukan camilan tradisional seperti batagor, cireng, risol, dan leker.
Selain itu, hadir pula jajanan populer lainnya seperti Ichigo Daifuku (Mawmochi) dan dimsum. Untuk kategori minuman, pilihan seperti es alpukat kocok, es pisang ijo, hingga cappuccino cincau tetap menjadi komoditas utama yang paling dicari menjelang waktu berbuka puasa.
Sinergi UMKM dan Pedagang Musiman
Keberadaan pasar kaget ini menjadi peluang ekonomi strategis bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Purwokerto. Lokasi yang berada di jalur protokol dan dekat dengan pusat perkantoran dan pendidikan menjadikan kawasan ini memiliki volume calon pembeli yang sangat tinggi.
Banyak pedagang yang biasanya beroperasi di wilayah lain memilih untuk membuka lapak tambahan atau memindahkan lokasi jualan mereka ke area ini selama bulan Ramadan.
Selain pelaku usaha tetap, kehadiran pedagang musiman juga menambah keragaman pilihan takjil. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi musiman yang membantu meningkatkan pendapatan warga sekitar melalui penjualan makanan dan minuman siap saji yang praktis.
Implementasi Kewirausahaan Siswa SMA Negeri 2 Purwokerto
Salah satu karakteristik unik yang membedakan Pasar Ramadan SMA Negeri 2 Purwokerto dengan lokasi takjil lainnya adalah keterlibatan aktif para pelajar.
Di beberapa titik strategis, terdapat lapak-lapak yang dikelola langsung oleh siswa yang tergabung dalam beberapa organisasi di SMA Negeri 2 Purwokerto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum luar kelas yang bertujuan untuk melatih kemandirian serta jiwa kewirausahaan siswa sejak dini.
Melalui aktivitas ini, para pelajar mempraktikkan langsung manajemen stok, teknik pelayanan pelanggan, hingga strategi pemasaran secara nyata. Lapak yang dikelola siswa ini umumnya menawarkan menu-menu inovatif dengan kemasan modern yang sangat menarik minat konsumen muda.
Titik keramaian yang memanjang hingga area Masjid Besar Jenderal Soedirman ini memudahkan warga untuk melakukan aktivitas ganda; berbelanja kebutuhan berbuka sekaligus mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah salat Magrib berjamaah.
Panduan bagi Pengunjung
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, pengunjung disarankan untuk tiba lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas dan antrean panjang.
Penggunaan kendaraan roda dua lebih direkomendasikan untuk memudahkan akses parkir di sepanjang jalan tersebut.
Pasar Ramadan SMA Negeri 2 Purwokerto membuktikan bahwa momentum religi mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang efektif di Kabupaten Banyumas.
Dengan koordinasi yang baik antara pihak sekolah, pedagang, dan masyarakat, pusat kuliner ini menjadi salah satu ikon Ramadan yang paling dinantikan setiap tahunnya.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.




