Ramadan di Baturraden Makin Semarak, Pasar Rempoah dan Pamijen Jadi Pusat War Takjil Warga

Kurnia
Suasana berburu takjil warga Baturraden di Pasar Rempoah Pamijen. (Foto: Dok Syahwa)

Tradisi War Takjil selama Ramadan kini tak lagi identik dengan keramaian pusat kota. Warga Baturraden, Banyumas, mulai memadati Pasar Rempoah dan Pasar Rempoah 2 Pamijen sebagai lokasi favorit berburu menu berbuka Puasa yang lebih dekat, praktis, dan tetap meriah.

Bagi sebagian masyarakat Baturraden, berburu takjil ke Purwokerto seperti ke Pasar Ramadan UMP atau kawasan Taman Makam Pahlawan kerap menjadi pilihan.

Namun jarak yang cukup jauh serta potensi kemacetan menjelang magrib membuat banyak warga memilih alternatif yang lebih efisien. Dalam beberapa tahun terakhir, Pasar Rempoah dan Pasar Pamijen menjelma menjadi pusat baru War Takjil yang tak kalah ramai.

Pasar Rempoah Baturraden Jadi Magnet Baru Jelang Buka Puasa

Setiap sore selama Ramadan, wajah Pasar Rempoah berubah drastis. Lapak-lapak takjil berjejer di sepanjang area pasar dan sisi jalan. Warga mulai berdatangan sejak pukul 16.00 WIB untuk berburu hidangan berbuka.

Baca juga  Naik Kereta Semurah Ayam Geprek? Sancaka Utara Jawabannya! Relasi Cilacap - Surabaya

Aneka menu tradisional seperti kolak pisang, es buah, es dawet, gorengan, kraca, hingga jajanan pasar khas Banyumas menjadi primadona.

Di sisi lain, pedagang juga menawarkan pilihan kekinian seperti dimsum, kebab, corndog, dan rice bowl untuk menarik minat pembeli dari kalangan muda.

Pamijen
War takjil di Baturraden, Pasar Rempoah 2 atau biasa disebut Pasar Pamijen juga ramai dikunjungi warga lokal. (Foto: Tangkapan layar TikTok @mdaffafp)

Harga yang ditawarkan relatif ramah di kantong, mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000 per porsi. Dengan variasi menu yang lengkap dan harga terjangkau, warga tak perlu lagi pergi jauh hanya untuk merasakan sensasi War Takjil saat Ramadan.

Pasar Pamijen Tawarkan Akses Lebih Mudah dan Strategis

Tak kalah dari Rempoah, Pasar Rempoah 2 atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Pamijen juga dipadati warga menjelang waktu berbuka Puasa. Lokasinya yang strategis bagi masyarakat Baturraden dan wilayah sekitarnya menjadikan pasar ini sebagai titik kumpul baru selama Ramadan.

Area parkir yang relatif lebih mudah dijangkau dibandingkan pusat kota Purwokerto menjadi salah satu daya tarik. Warga bisa datang bersama keluarga tanpa khawatir terjebak kemacetan panjang. Cukup lima hingga sepuluh menit perjalanan dari permukiman sekitar, suasana War Takjil sudah bisa dirasakan.

Baca juga  Kisah Bakso Pekih di Purwokerto: Dari Tahun Berdiri, Asal Usul Nama, hingga Gerobak Keliling

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pusat keramaian Ramadan yang sebelumnya lebih terpusat di kota, kini menyebar ke wilayah penyangga seperti Baturraden.

Dampak Ramadan bagi UMKM Lokal Banyumas

Ramadan tidak hanya membawa suasana religius dan kebersamaan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Kehadiran War Takjil di Pasar Rempoah dan Pasar Pamijen memberikan peluang usaha bagi pelaku UMKM di Banyumas.

Banyak pedagang musiman bermunculan, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak muda yang mencoba berjualan takjil untuk menambah penghasilan. Momentum ini menjadi berkah tersendiri karena permintaan makanan berbuka meningkat signifikan selama bulan Puasa.

Dengan semakin ramainya dua pasar tersebut, perputaran uang tidak lagi terfokus di pusat kota. Aktivitas ekonomi menjadi lebih merata dan memberi dampak langsung bagi warga sekitar Baturraden.

Suasana Akrab dan Kebersamaan Warga

Selain soal kemudahan akses, suasana yang tercipta di Pasar Rempoah dan Pasar Pamijen terasa lebih hangat. Banyak pembeli dan pedagang yang saling mengenal, menciptakan interaksi yang lebih akrab dibandingkan keramaian di kota.

Baca juga  Lokawisata Baturraden dan Wanawisata Baturraden, Dua Nama Mirip dengan Konsep Berbeda

Menjelang azan magrib, warga tampak bergegas menyelesaikan transaksi. Sebagian memilih berbuka di sekitar lokasi, sementara lainnya membawa pulang takjil untuk disantap bersama keluarga di rumah. Momen ini menjadi gambaran khas Ramadan di Baturraden yang penuh kebersamaan.

Fenomena War Takjil di dua pasar tersebut memperlihatkan bahwa semarak Ramadan tidak harus selalu identik dengan pusat kota. Dengan pengelolaan yang baik, Pasar Rempoah dan Pasar Pamijen berpotensi menjadi ikon tahunan Ramadan di Baturraden, bahkan menarik pengunjung dari wilayah lain di Banyumas.

Pada akhirnya, Ramadan selalu menghadirkan cerita baru. Bagi warga Baturraden, cerita itu kini hadir lebih dekat—di sudut pasar lokal yang ramai, sederhana, namun penuh makna kebersamaan saat berburu takjil untuk berbuka Puasa.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.